Praktisi hukum, Kapitra Ampera meminta KPK untuk tidak merusak karakter orang. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
Praktisi hukum, Kapitra Ampera meminta KPK untuk tidak merusak karakter orang. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

KPK Diminta Tak Rusak Karakter Orang

Nasional seleksi pimpinan kpk
Juven Martua Sitompul • 12 September 2019 21:35
Jakarta: Praktisi hukum, Kapitra Ampera meminta klarifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tudingan pelanggaran etik Irjen Firli Bahuri. Ia heran perbedaan pendapat yang terjadi antarpimpinan, Saut Situmorang dan Alexander Marwata terkait pelanggaran etik mantan Deputi Penindakan Lembaga Antirasuah itu.
 
"Bagaimana bisa ada statement dari Pak Saut mengatakan bahwa telah ada majelis kode etik, bahwa Firli melakukan pelanggaran berat etika," kata Kapitra di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 12 September 2019.
 
Terlebih, kata dia, proses pemeriksaan dugaan pelanggaran etik itu tidak pernah disampaikan KPK ke publik. Pernyataan Saut yang menyebut Firli melakukan pelanggaran etik patut dipertanyakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tiba-tiba ada statement seperti itu, yang bisa membunuh karakter orang. Jangan sampai itu menimbulkan attack ke persoalan dan fitnah. Makanya kita ingin mengklarifikasi," ujarnya.
 
Kapitra khawatir keputusan untuk mengumumkan pelanggaran etik tersebut hanya untuk menjatuhkan Firli dalam proses seleksi capim KPK jilid V. Mengingat saat itu, Firli tengah menjalani proses seleksi tahap uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
 
"Kami ingin semua jelas terang benderang, jangan sampai muncul fitnah dan jangan sampai ada pembuhunan karakter. Ini tidak baik buat penegakkan hukum maupun demokrasi," pungkasnya.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif