Dua tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANT/Abdul Wahab
Dua tersangka kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANT/Abdul Wahab

Polisi Tunggu Berkas Kasus Novel dari Kejati DKI

Nasional novel baswedan
Media Indonesia • 27 Januari 2020 22:46
Jakarta: Polri masih menunggu pelimpahan berkas tahap satu tersangka penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Polri akan segera melimpahkan tersangka jika berkas dinyatakan sudah lengkap.
 
"Jadi ini masih tahap 1 berkas perkaranya yang diserahkan ke Kejaksaan ya, nanti kalau sudah jaksa mengatakan berkas perkaranya lengkap baru tahap 2 tersangkanya diserahkan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adisaputra di Gedung Bareksrim Polri, Senin, 27 Januari 2020.
 
Polri akan memberikan sanksi internal terhadap kedua pelaku, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette. Sanksi nantinya akan diberikan melalui proses sidang etik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita punya aturan internal ya, kode etik, (sanksi) disiplin anggota-anggota yang tersangkut pidana, semua sudah ada ketentuannya untuk proses ini," kata Asep.
 
Menurut Asep, hasil dari persidangan dapat memperkuat bukti perbuatan kedua pelaku. "Kita nanti akan menunggu hasil dari pada persidangan karena itu juga bagian dari pada yang menguatkan bukti benar dugaan anggota tersebut melakukan yang dipersangkakan atau tidak," pungkas Asep.
 
Novel Baswedan disiram air keras sepulang dari Masjid Al-Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017. Novel dilarikan ke Singapura untuk menjalani operasi mata sejak 12 April 2017.
 
Tim Teknis yang mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel menangkap Ronny dan Rahmat di Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Kamis, 26 Desember 2019. Keduanya merupakan polisi aktif dari kesatuan Brimob.
 
Keduanya dijerat dengan Pasal 170 subsider 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman lima tahun penjara.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif