Sidang terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang terdakwa Tubagus Chaeri Wardana. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Jaksa KPK Minta Hakim Tolak Eksepsi Wawan

Nasional tubagus chaeri wardana
Fachri Audhia Hafiez • 29 November 2019 08:58
Jakarta: Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menolak nota keberatan atau eksepsi Tubagus Chaeri Wardana. Wawan sapaannya, merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
 
"Memohon kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini berkenan memutuskan, menolak eksepsi atau keberatan yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan," kata JPU KPK Roy Riady saat membacakan tanggapan atas eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 28 November 2019.
 
Jaksa menilai, surat dakwaan nomor 97/TUT.01.04/24/2019 telah disusun sesuai sesuai syarat formal dan materil. Hal ini sebagaimana ketentuan dalam Pasal 143 ayat 2 huruf a dan huruf b Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Hakim diharapkan melanjutkan sidang Wawan dengan agenda pembuktian dan pemeriksaan saksi-saksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menyatakan sidang pemeriksaan saksi dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dilanjutkan berdasarkan surat dakwaan," ujar Jaksa Roy.
 
Wawan didakwa mengatur pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui APBD dan APBN-Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2012. Negara dirugikan Rp79,7 miliar dari permainan kotor itu.
 
Komisaris Utama PT Balipasific Pragama (BPP) itu juga terlibat kasus korupsi pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD-P TA 2012. Kerugian negara akibat dugaan praktik rasuah itu senilai Rp14,5 miliar.
 
Sehingga praktek korupsi yang dilakukan suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany itu telah merugikan negara total Rp94,3 miliar.
 
Wawan didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
Wawan juga didakwa melakukan TPPU yang nilainya lebih dari Rp500 miliar. Dalam perkara TPPU, ia didakwa melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
Kemudian ia turut didakwa melanggar Pasal 3 Ayat (1) huruf a, c dan g Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif