Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Lone Wolf Lahir dari Dendam dan Sentimen

Nasional Ledakan di Polrestabes Medan
Juven Martua Sitompul • 15 November 2019 08:49
Jakarta: Polri diminta tidak mengabaikan sentimen pribadi seseorang atau anggota kelompok teroris. Niatan aksi lone wolf atau teroris yang bergerak tanpa koordinasi jaringan bahkan disebut muncul karena ada rasa dendam dari pelaku.
 
“Dalam kasus bom Medan tentu yang utama kita harus ketahui embrio adanya aksi lone wolf dimana seseorang bertindak atas kemauan sendiri, jangan abaikan sentimen pribadi yang muncul dalam niatan pelaku, bisa karena dendam juga,” kata pengamat hankam dan intelijen Susaningtyas Kertopati kepada Medcom.id, Jakarta, Jumat, 15 November 2019.
 
Susaningtyas mengingatkan pemberantasan terorisme bukan hanya tanggung jawab polisi. Secara integritas, departemen agama, sosial dan pendidikan juga seharusnya ikut andil dalam menekan paham radikal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Juga pelibatan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.
 
Dia meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja lebih keras menanggulangi paham radikal dengan turun langsung ke masyarakat dan organisasi masyarakat (ormas) untuk memberi pendidikan. Dia mengapresiasi kinerja BIN.
 
“Dengan terbentuknya Koopssus TNI, maka upaya pemerintah memberantas teroris akan semakin fokus dan tuntas,” ujarnya.
 
Dia optimistis dengan kinerja Koopssus TNI dan Densus 88 Polri pemberantasan terorisme berjalan dengan baik. Apalagi, kata dia, jika seluruh masyarakat ikut memerangi paham radikal. Setiap warga juga sebaiknya memilih guru agama yang benar.
 
“Radikalisme dan ekstremisme di Indonesia memang harus dilawan oleh semua komponen bangsa. Saat ini terorisme adalah musuh bersama yang memang menjadi target bersama TNI-Polri,” pungkasnya.
 
Bom bunuh diri menghantam Polrestabes Medan, Rabu, 13 November 2019. Pelaku menyusup mengenakan jaket ojek daring. 'Pengantin' bom dapat menembus gerbang saat warga ramai mendatangi Polrestabes Medan.
 
Saat itu, masyarakat sedang mengurus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang dibutuhkan untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pelaku sempat berjalan sekitar 30 sampai 50 meter dari pintu gerbang Polrestabes Medan.
 
Pukul 08.45 WIB, bom yang dibawa pelaku meledak di halaman Polrestabes Medan. Enam orang mengalami luka ringan akibat peristiwa tersebut. Korban yakni empat polisi, satu pegawai harian lepas, dan satu warga. Sementara itu, pelaku tewas di tempat.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif