Steffy Burase Bantah Terima Uang dari Irwandi Yusuf
Model dan desainer Fenny Steffy Burase menunggu untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: Model sekaligus Tenaga Ahli Aceh Marathon Steffy Burase membantah terima uang dari Irwandi Yusuf. Dia menyebut kegiatan Aceh Marathon bukan program Irwandi Yusuf melainkan Pemerintah Daerah Aceh.

"Tidak pernah menerima aliran dana dari Irwandi Yusuf," ujarnya, dalam Metro Pagi Primetime, Jumat, 20 Juli 2018.

Meski memakan dana cukup besar, Steffy mengaku proses pengajuan event Aceh Marathon tidak serta merta disetujui. Setelah proposal masuk pemda membahasnya terlebih dulu terkait konsep, baru kemudian disetujui dan penganggarannya bisa diberikan untuk kegiatan.


Lebih jauh, kata dia, prosedur penganggaran secara birokrasi memang menggunakan dana talangan terlebih dulu, baru kemudian reimburse.

"Jadi ini bisnis swasta ke swasta, yang saya tahu (swasta) beri modal nanti akan dikembalikan setelah anggaran dikeluarkan oleh Pemda," kata dia.

Steffy mengatakan jumlah anggaran yang disetujui sebanyak Rp13 miliar termasuk 22 juta untuk hadiah. Anggaran tersebut pun belum sempat masuk ke rekening Aceh Marathon sebab harus melewati mekanisme aturan penganggaran pemerintah terlebih dulu.

Persiapan event yang semakin dekat membuat pihaknya tidak bisa menunggu dana dari pemerintah untuk membeli keperluan seperti jersey dan medali.

Tak cuma itu, dari dana tersebut beberapa jumlah di antaranya juga mesti ditender karena nilainya yang mencapai ratusan juta.

Prosesnya yang memakan waktu satu sampai dua bulan ditambah pemesanan medali yang harus ke Tiongkok membuat penyelenggara tak bisa menunggu anggaran dari Pemda cair.

"Makanya untuk melancarkan kami inisiatif beli medali dulu, siapa pun yang menang tender tinggal beli ke kami," ungkapnya.

Steffy mengaku tak pernah bertanya dari mana asal dana yang digunakan untuk penganggaran event. Ia bahkan tak paham apa itu Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

"Pelan-pelan jadi tahu setelah kasus ini karena akhirnya saya cari tahu dana otsus itu apa sih," ujarnya.

Dia menambahkan pihaknya hanya membantu sebagai tenaga ahli yang paham tentang penyelenggaraan event lari internasional sementara urusan penganggaran menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

"Dari proses itu kami bekerja sama. Kami mengurusi soal lari, pemerintah bantu sokongan dana di lokal," jelasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id