Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Basuki Hariman dan Ng Fenny Cabut Pengajuan PK

Nasional patrialis akbar ditangkap kpk
Damar Iradat • 05 September 2018 17:48
Jakarta: Penyuap mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar, Basuki Hariman dan Ng Fenny, kompak mencabut permohonan peninjauan kembali (PK). Kuasa hukum Basuki Hariman, Arman Hanis, mengakui hal tersebut.
 
Menurut dia, pengajuan pencabutan PK sudah dilakukan pada Selasa, 4 September 2018 kemarin. Namun begitu, Arman mengetahui alasan dibalik sikap Basuki tersebut. Sedianya, sidang perdana pengajuan PK Basuki diagendakan berlangsung siang tadi.
 
"Klien saya yang menyampaikan kemarin. Saya hanya menyampaikan di persidangan, jadwal persidangan kan hari ini," ungkap Arman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 5 September 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arman juga belum bicara lebih lanjut dengan Basuki, apakah dengan mencabut PK, Basuki menerima vonis tujuh tahun penjara. Yang pasti, Basuki sudah mengajukan pencabutan PK.
 
Sementara itu, Jaksa KPK Bayu Satrio membenarkan pencabutan pengajuan PK Basuki dan Fenny. Pihaknya mengaku baru menerima salinan surat pencabutan PK dari Ng Fenny.
 
"Berkas Fenny baru dicabut tertanggal 3 September 2018, sedangkan Basuki Hariman baru tadi diberikan majelis hakim, cuma dari pihak kami belum menerima fotokopinya," tegas dia.
 
Basuki Hariman dan Ng Fenny sebelumnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor. Keduanya terbukti menyuap orang kepercayaan Patrialis, Kamaludin sebesar US$50 ribu. Dari jumlah tersebut, Patrialis disebut menerima US$10 ribu.
 
Baca: Basuki Hariman Mengajukan PK
 
Fulus itu untuk memengaruhi putusan Perkara Nomor 129/PUU-XIII/ 2015 terkait uji materi atas UU No 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Meski keduanya bukan menjadi orang yang mengajukan permohonan uji materi, Basuki dan Ng Fenny punya kepentingan agar memenangkan uji materi tersebut.
 
Adanya impor daging kerbau dari India akibat UU tersebut menyebabkan ketersediaan daging sapi dan kerbau lebih banyak dibanding permintaan. Harga daging sapi dan kerbau dari India lebih murah. Ini membuat Basuki sebagai importir merugi.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif