Bareskrim Amankan 40 Ribu Ton Garam

Akmal Fauzi 28 Mei 2018 18:53 WIB
garam
Bareskrim Amankan 40 Ribu Ton Garam
Ilustrasi. Polisi Menyita garam industri yang disalahgunakan menjadi garam konsumsi untuk diperdagangkan. Foto: Antara/Zabur Karuru.
Jakarta: Bareskrim Polri mengamankan 40 ribu ton garam industri impor yang disalahgunakan menjadi garam konsumsi. Dari kasus tersebut, polisi menangkap Dirut PT Garindo Sejahtera Abadi (GSA), MA, selaku pihak yang menjual garam tersebut
 
"PT GSA ini memperdagangkan garam industri untuk kebutuhan konsumsi. Garam diimpor dari India dan Australia," kata Wadir Dittipidsus Bareskrim Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga, Senin, 28 Mei 2018.
 
Daniel menjelaskan, garam industri diolah dan dikemas sedemikian rupa untuk dijadikan garam konsumsi. Garam itu kemudian dijual dengan merek Gajah Tunggal
 
"Ini sudah beredar di Jawa, Kalimantan, sudah dijual di warung-warung. Ini baru permulaan kita lakukan penangkapan," jelas Daniel.
 
Daniel menambahkan, PT GSA sudah beroperasi sejak 2015. Modus yang digunakan adalah mengubah garam industri menjadi garam konsumsi dengan cara menambah kadar yodiumnya.
 
Garam tersebut, kata Daniel berasal dari Austraslia dan India. "Garam industri harusnya tidak bisa masuk ke meja makan, khusus untuk industri," jelasnya.

Baca: Impor Garam Industri Dorong Perekonomian

Garam tersebut ditemukan di dua gudang Gresik, Surabaya yakni garam konsumsi beryodium dengan merek Gajah Tunggal sebanyak 5 kilogram. Dan bahan baku berupa garam harus konsumsi beryodium sebanyak 50 kilogram. Kemudian terdapat 10 ribu ton dan 20 ribu di dua gudang milik PT. GSA di Gresik, Jawa Timur.
 
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 120 Ayat 1 Jo Pasal 1 Huruf b UU Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian, dan Pasal 144 Jo Pasal 147 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, serta Pasal 62 Jo Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id