Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Bareskrim Polri Kirim Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Kasus Indosurya

Fachri Audhia Hafiez • 19 Mei 2022 08:11
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melengkapi berkas perkara tiga tersangka kasus penipuan dan penggelapan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta. Berkas tersebut diserahkan ke Kejaksaan Agung.
 
Tiga tersangka yang terjerat dalam perkara ini ialah Direktur Operasional KSP Indosurya Cipta, Suwito Ayub (SA). Lalu, Ketua KSP Indosurya Cipta, Henry Surya (HS) dan Direktur Keuangan KSP Indosurya Cipta, June Indria (JI).
 
"Pada Jumat, 13 Mei 2022, penyidik melakukan pengiriman berkas kembali ke JPU ada tiga berkas. Pertama, berkas tersangka HS, SA, dan JI yang telah dilengkapi sesuai petunjuk jaksa atau P19," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 18 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gatot mengatakan berkas perkara dari tiga tersangka itu sudah diterima jaksa penuntut umum (JPU). Berkas itu masih diteliti sebelum dinyatakan lengkap dan siap masuk pengadilan. 
 
"Berkas perkara tersebut sudah diterima oleh Kejaksaan Agung dan telah berkoordiansi oleh JPU," ucap Gatot.
 
Baca: Berkas Perkara Indra Kenz dan Doni Salmanan Dikembalikan ke Bareskrim
 
Suwito, Henry, dan June, disangkakan tindak pidana perbankan, tindak pidana penggelapan, tindak pidana penipuan/perbuatan curang dan tindak pidana pencucian uang. Ketiganya dijerat Pasal 46 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang tentang Perbankan dan atau Pasal 372 KUHP, dan Pasal 378 KUHP. Kemudian, Pasal 3 Pasal 4, dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
 
Henry dan June telah ditahan, sedangkan Suwito masih diburu. Penyidik telah meminta permohonan penerbitan red notice ke Interpol Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri. Penyidik juga menetapkan Suwito sebagai daftar pencarian orang (DPO). Bos KSP Indosurya itu diduga berada di luar negeri.
 
KSP Indosurya diduga menghimpun dana secara ilegal dengan menggunakan badan hukum Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta yang dilakukan sejak November 2012 sampai dengan Februari 2020. Perhimpunan dana ini memiliki bentuk simpanan berjangka dengan memberikan bunga 8-11 persen. Kegiatan tersebut dilakukan di seluruh wilayah Indonesia tanpa dilandasi izin usaha dari otoritas jasa keuangan (OJK).
 
Kasus ini mengemuka pascakoperasi mengalami gagal bayar. Henry Surya yang menjabat sebagai ketua Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Inti/Cipta lantas memerintahkan June Indria dan Suwito Ayub untuk menghimpun dana masyarakat menggunakan badan hukum Kospin Indosurya Inti/Cipta.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif