Sidang pembacaan tuntutan dua terdakwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Adhi Purnomo, dan Staf Deputi IV Kemenpora Eko Triyanta. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan tuntutan dua terdakwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Adhi Purnomo, dan Staf Deputi IV Kemenpora Eko Triyanta. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Dua Anak Buah Imam Nahrawi Dituntut Lima Tahun Penjara

Nasional OTT Pejabat Kemenpora
Fachri Audhia Hafiez • 15 Agustus 2019 18:42
Jakarta: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Adhi Purnomo, dan Staf Deputi IV Kemenpora, Eko Triyanta, dituntut lima tahun penjara serta denda Rp200 subsider tiga bulan kurungan. Kedua anak buah Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi itu dinilai terbukti menerima suap dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Kemenpora.
 
"Menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa I Adhi Purnomo dan terdakwa II Eko Triyanta terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budhi Sarumpaet di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Adhi dan Eko disebut menerima suap dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johny E Awuy. Total suap yang diterima sebesar Rp215 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suap itu untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada kegiatan 2018.
 
Pengajuan dana itu termuat dalam proposal dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan, dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018. Kedua, proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event Asian Games dan Asian Para Games 2018.
 
Nilai proposal pertama disetujui oleh Kemenpora sebesar Rp30 miliar, dan proposal kedua Rp17,971 miliar.
 
Namun, pada proses pengajuan itu ada kesepakatan pemberian komitmen fee dari KONI Pusat kepada pihak Kemenpora. Pemberian fee ini sesuai arahan Miftahul Ulum, asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi kepada Ending dan Johny.
 
Hal yang memberatkan pada tuntutan ini ialah keduanya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, keduanya berlaku sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, bersikap kooperatif, mengakui perbuatannya, dan memiliki tanggungan keluarga.
 
Adhi dan Eko dinilai terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif