Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra saat jumpa pers kasus bom bunuh diri di Sukoharjo, Senin 10 Juni 2019. Foto: Medcom.id/ Cindy Ang
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra saat jumpa pers kasus bom bunuh diri di Sukoharjo, Senin 10 Juni 2019. Foto: Medcom.id/ Cindy Ang

Tiga Tersangka Kasus Bom Sukoharjo Simpatisan ISIS

Nasional Bom Bunuh Diri Kartasura
Cindy • 10 Juni 2019 16:31
Jakarta:Tiga tersangka kasus bom bunuh diri di Pos Polisi Kertasura, Sukoharjo, Jawa Tengah merupakan simpatisan organisasi teroris internasional ISIS. Ketiganya berinisial RA, 22, pelaku aksi bom bunuh diri, AA alias Umar, 30 dan S, 31.
 
"Mereka sama-sama simpatisan dari ISIS dan berbaiat langsung kepada Abu Bakar Al-Baghdadi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 10 Juni 2019.
 
Lebih lanjut, Asep megatakan ketiga tersangka tersebut membaiat diri mereka melalui media sosial. Media sosial jadi sarana komunikasi utama mereka dengan jaringan kelompok ISIS di luar negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, dengan metode atau dengan sarana (media sosial) itu, mereka menganggap sudah bagian daripada mereka berbaiat," ucap Asep.
 
Mantan analis Kebijakan Madya bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri itu mengungkap ada dua metode pemaparan paham radikalisme. Yakni, secara langsung dibaiat dari pimpinan organisasi teroris atau melalui media sosial.
 
"Cara berbaiat mempelajari dari para amirnya atau pemimpinnya. Juga dikuatkan dengan buku-buku, baik panduan masalah jihad maupun dasar-dasar hukum jihad," terangnya.
 
RA disebut mempelajari perakitan bom secara otodidak lewat tutorial video di Youtube. "Kemudian, mebaiat diri melalui media sosial," jelas Asep.
 
Saat ini kepolisian masih memeriksa ketiga tersangka untuk mencari latar belakang dan peran masing-masing. "Bagaimana proses mereka membagi peran masing-masing sehingga si RA yang ditunjuk untuk menjadi eksekutor. Kami juga mengorek latar belakang kedua tersangka," imbuhnya.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif