Ilustrasi KPK - MI.
Ilustrasi KPK - MI.

Transaksi Suap Garuda Indonesia Lintas Negara

Nasional emirsyah satar emirsyah satar tersangka
Juven Martua Sitompul • 19 Juli 2019 02:00
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan temuan baru transaksi lintas negara berkaitan dengan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero). Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar diduga menerima aliran suap melalui sejumlah rekening.
 
"Semua proses transaksi yang melewati rekening tentu saja terkait dengan pokok perkara ini dalam hal ini dugaan suap terkait dengan pengadaan pesawat dan mesin pesawat tersebut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Sayangnya, Febri enggan menyebut jika rekening itu merupakan penampung uang suap untuk Emirsyah. Termasuk, wadah untuk bertransaksi kotor lintas negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah itu rekening penampungan misalnya, rekening penampungan kemudian bisa didapatkan oleh tersangka atau rekening yang dilewati oleh transaksi-transaksi keuangan lintas negara itu tentu belum bisa kami sampaikan secara detail," ujarnya.
 
Febri mengakui jika temuan itu didapat dari bantuan penegak hukum dari beberapa negara. Lembaga Antirasuah tengah mencari bukti-bukti tambahan untuk memperkuat dugaan tersebut.
 
"Tapi tentu rekening itu kami identifikasi dan teliti kami dapat informasi itu juga atas bantuan dari beberapa penegak hukum dari beberapa negara," pungkasnya.
 
Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017. Namun, hingga saat ini KPK belum juga merampungkan penyidikan kasus dugaan suap di PT Garuda. Penyidik bahkan belum menahan kedua tersangka tersebut.
 
Emirsyah Satar diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya mencapai lebih dari USD4 juta atau setara dengan Rp52 miliar dari perusahaan asal Inggris yakni Rolls-Royce, di antaranya melalui Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd.
 
Diduga suap terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT GarudaIndonesia pada 2005 hingga 2014. Emirsyah juga disinyalir menerima suap terkait pembelian pesawat dari Airbus.
 
Dalam proses penyidikan kasus ini, KPK telah menyita sebuah rumah di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Rumah yang disita tersebut senilai Rp8,5 miliar. Kuat dugaan uang untuk membeli rumah tersebut berasal dari Soetikno Soedarjo.
 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif