Diskusi di LIPI soal Polri - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Diskusi di LIPI soal Polri - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Kekerasan Dalam Penindakan di Polri Diminta Dihilangkan

Nasional kepolisian
Ilham Pratama Putra • 04 Juli 2019 13:08
Jakarta: Peneliti politik nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sarah Nuraini Siregar, meminta Polri menghilangkan kekerasan dalam setiap penindakan. Sarah menyebut Polri masih melakukan kekerasan untuk mengejar pengakuan tersangka.
 
"Kekerasan selalu muncul, baik dalam proses penangkapan, mengejar pengakuan tersangka. Bahkan ada korban meninggal, ini bisa menjadi bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)," kata Sarah di Kantor LIPI, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Dia mengatakan apa pun tindakan Polri harus berlandaskan HAM. Pasalnya, tindak kekerasan bisa merugikan institusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masalah ini memang menjadi bumerang bagi Polri, saat personelnya menjalankan fungsi represif dengan landasan penegakan hukum. Ini akan berdampak pada penilaian masyarakat nantinya," ujar Sarah.
 
(Baca juga:Polri Disebut Terbawa Arus Politik)
 
Korps Bhayangkara diminta melakukan evaluasi. Ini juga supaya menjadi bagian reformasi di tubuh Polri.
 
"Jangan sampai masyarakat masih melihat hanya pencitraan saja di tubuh Polri. Namun, yang lebih penting terwujudnya Polri yang humanis, berwatak sipil dan dekat dengan masyarakat," tutur dia.
 
Perwujudan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri. Karena bagaimanapun, kata Sarah, Polri harus memberikan rasa aman dan nyaman.
 
"Jangan sampai rasa aman masyarakat lepas. Masyarakat jangan sampai punya rasa was-was karena itu tanggung jawab Polisi. Memberi rasa aman sejak dalam pikiran," pungkas dia.
 
(Baca juga:Bareskrim dan Ditlantas Polri Paling Banyak Dikeluhkan)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif