Ajudan Irjen Ferdy Sambo memenuhi panggilan Komnas HAM. Medcom.id/Theo
Ajudan Irjen Ferdy Sambo memenuhi panggilan Komnas HAM. Medcom.id/Theo

Pengacara: Bharada E Dapat Tekanan Perintah Tembak Brigadir J

Siti Yona Hukmana • 08 Agustus 2022 11:32
Jakarta: Pengacara Bhayangkara Dua (Bharada) Richard Eliezer Puding Lumiu (E), Muhammad Boerhanuddin membongkar fakta-fakta terkait insiden yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Brigadir J tewas ditembak Bharada E atas perintah atasan. 
 
"Dari berita acara pemeriksaan (BAP) dan keterangan kepada kuasa hukum, dia (Bharada E) mendapatkan tekanan, dapat perintah untuk menembak, itu saja," kata Boerhanuddin saat dikonfirmasi, Senin, 8 Agustus 2022. 
 
Bharada E adalah ajudan untuk menjaga Putri Candrawathi, istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Namun, Boerhanuddin menegaskan atasan yang dimaksud bukan Putri. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Atasan kedinasan, yang ditempat lokasinya. Bukan atasan di itunya, tapi atasan di tempat dia bertugas itu," jelas Boerhanuddin. 
 

Baca juga: Hilangkan Barang Bukti, Irjen Sambo Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara


 
Atasan Bharada E yang belum disebutkan identitasnya itu pun disebut berada di lokasi saat kejadian. "Ada di lokasi memang," ujar Boerhanuddin.
 
Bharada E melakukan penembakan terhadap Brigadir J menggunakan senjata api jenis pistol Glock-17. Namun, Boerhanuddin enggan membeberkan jumlah tembakan yang diperintahkan atasan tersebut. 
 
"Ya nanti pengembangan penyidikan, itu terlalu detail kalau saya itukan (sampaikan), ribet saya," ucapnya. 
 
Bharada E ditetapkan tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J pada Rabu malam, 3 Agustus 2022. Polisi mengenakan Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 Jo Pasal 56 KUHP.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif