Polisi menunjukan barang bukti yang disita dari kasus pembobolan rekening bank milik Staf Asistensi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Andi Maulana. Foto: Medcom.id/ Dhaifurrakhman Abas.
Polisi menunjukan barang bukti yang disita dari kasus pembobolan rekening bank milik Staf Asistensi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Andi Maulana. Foto: Medcom.id/ Dhaifurrakhman Abas.

Kronologis Pembobolan Rekening Bank Milik Staf Bawaslu

Nasional kasus pembobolan dana
Dhaifurrakhman Abas • 22 Maret 2018 19:53
Jakarta: Staf Asistensi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Andi Maulana, sempat curiga saat menerima telepon dari nomor yang mengatasnamakan Call Center Bank BRI.
 
Bahkan sebelum menerima telepon, Maulana juga sempat mendapat tiga kali pesan dari nomor yang sama.
 
"Bermula pada Rabu, 14 Maret lalu, ada yang menghubungi saya atas nama dan nomor yang tertera Call Center Bank BRI melalui sms. Namun saya awalnya tidak hiraukan sms yang telah dikirim sebanyak tiga kali," kata Maualana di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 22 Maret 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pembobolan Rekening Bank Staf Bawaslu Dibekuk
 
Karena bertuliskan Call Center Bank BRI, Maulana kemudian membuka pesan singkat tersebut. Pesan bertuliskan kode transaksi belanja online di Mataharimall.com.
 
Ketika membuka pesan tersebut, nomor telepon Maulana langsung tersambung dengan nomor pelaku yang mengaku Call Center Bank BRI. Maulana pun langsung mengangkat panggilan tersebut dan berbincang dengan pelaku.
 
Dalam sambungan telepon, Maulana dikonfirmasi sejumlah pertanyaan, terutama identitas, yaitu keanggotaan nasabah, nama lengkap, tanggal lahir hingga nama ibu kandung.
 
"Anehnya pelaku sudah mengetahui identitas saya secara lengkap. Mulai dari keanggotaan nasabah, nama lengkap, tanggal lahir hingga nama ibu kandung saya. Anehnya ketika dia sudah mengetahui semua identitas, saya hanya diinstruksikan mengkonfirmasi melalui jawaban Iya atau Tidak," beber Maulana.
 
Baca: Polri Imbau Perbankan tak Hanya Andalkan CCTV
 
Setelah memberikan konfirmasi terhadap empat pertanyaan yang diajukan pelaku, Maulana juga diminta memberikan konfirmasi kode One Time Password (OTP) dari akun rekening miliknya.
Karena yakin dengan pertanyaan pelaku, Maulana kemudian terbujuk untuk memberitahukan kode OTP rekening miliknya.
 
"Nah, untuk kode OTP ini mulai agak detail, saya awalnya tidak curiga sama sekali. Ternyata, dia sendiri sudah tahu empat nomor awal kode OTP saya. Tetapi pelaku terus menanyakan nomor tersebut seolah-olah dia ragu dan meminta saya untuk mengulangi nomor yang benar sebanyak tiga kali," ungkap Maulana.
 
Maulana mulai curiga dengan pertanyaan pelaku tidak sesuai standar pertanyaan call center. Sekitar lima menit usai ditelepon pelaku, Maulana mencoba menghubungi pihak Bank BRI yang asli dalam hal konfirmasi terkait dugaan penipuan yang dialaminya.
 
"Pihak Bank BRI menyatakan adanya aliran transaksi melalui rekening saya. Itu dibuktikan dengan print-out rekening saya, ternyata benar saya dibobol," ujar Maulana
 
Atas penipuan tersebut Maulana mengalami kerugian Rp5 juta. Meskipun kerugian dianggap tidak besar, Maulana merasa perlu melaporkan hal tersebut. Karena beberapa rekannya yang bekerja di Bawaslu mengalami hal serupa dengannya.
 
"Ada juga beberapa teman-teman, dua orang di Bawaslu yang menjadi korban pembobolan akun rekening Bank BRI," beber Maulana.
 
Dalam kasus ini, penyidik Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap AZ, 20. Pelaku berhasil ditangkap di kawasan Lebung Gajah, Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Komering Liir, Sumatera Selatan.
 
Hingga saat ini polisi baru berhasil menangkap AZ seorang diri. Sementara itu, satu orang lainnya yang diduga turut membantu membobol rekening bank swasta milik Maulana masih dalam pengejaran.
 
Baca: Pelaku Skimming Cari ATM di Lokasi tak Terpantau
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif