Petugas Imigrasi Soetta Kembalikan Uang Suap ke KPK

Sunnaholomi Halakrispen 08 November 2018 18:52 WIB
suap di ma
Petugas Imigrasi Soetta Kembalikan Uang Suap ke KPK
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengaku petugas imigrasi, Andi Sofyar, yang membantu pelarian Eddy Sindoro telah mengembalikan uang suap. Andi membantu supaya Eddy dan keluarga tak diperiksa pihak imigrasi. 

"Yang bersangkutan (Andi) telah diperiksa dalam proses penyidikan di KPK dan mengembalikan uang Rp30 juta yang diduga diterima sebelumnya terkait dengan perkara ini," beber Febri saat dikonfirmasi, Kamis, 8 November 2018.

Febri menyebut uang ini selanjutnya menjadi bukti di persidangan. Uang itu akan dibuka bersamaan dengan bukti lainnya dalam persidangan terdakwa Lucas, kuasa hukum Eddy. 


Dalam dakwaan Lucas yang dibacakan jaksa penuntut umum pada KPK terungkap sejumlah pihak yang membantu pelarian Eddy. Salah satunya petugas imigrasi. 

Disebutkan, Eddy dan keluarga dideportasi dari Malaysia. Mengetahui itu, Lucas berencana menerbangkan kliennya ke Bangkok untuk menghindari penyidikan KPK. Lucas meminta bantuan Dina Soraya selaku pihak swasta untuk berkoordinasi dengan petugas Bandara.

Upaya tersebut agar ketika Eddy, Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie, dan Michael Sindoro (anak Eddy) mendarat di Bandara Soetta, langsung dapat melanjutkan penerbangan ke luar negeri tanpa melalui proses pemeriksaan imigrasi. Pada 18 Agustus 2018, Dina meminta tolong pada petugas Bandara Soetta, Dwi Hendro Wibowo alias Bowo, untuk menjemput Eddy dan rombongan. 

Bowo dijanjikan uang Rp250 juta oleh Dina. Lucas lalu memerintahkan Dina membeli tiket untuk Eddy, Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie dan Michael Sindoro dengan rute penerbangan Jakarta-Bangkok pada 29 Agustus 2018 pukul 09.40 WIB.

(Baca juga: Pelarian Eddy Sindoro Dibantu Petugas Imigrasi Soetta)

Selanjutnya Bowo memerintahkan Andi Sofyar, petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta untuk stand by di area imigrasi Terminal 3 dan melakukan pengecekan status pencegahan atau pencekalan Eddy.

"Bersamaan dengan mendaratnya pesawat Air Asia yang membawa Eddy dengan Michael Sindoro dan Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie, Bowo memerintahkan staff customer service Gapura M Ridwan mencetak boarding pass atas nama Eddy, Jimmy dan Michael tanpa kehadiran yang bersangkutan untuk diperiksa identitasnya," beber Jaksa Abdul.

Kemudian, Bowo dan Duty Executive PT Indonesia Air Asia Yulia Shintawati menjemput Eddy, Chua Chwee Chye alias Jimmy alias Lie dan Michael Sindoro di depan pesawat menggunakan mobil Air Asia langsung menuju Gate U8 Terminal 3 tanpa melalui pemeriksaan imigrasi. Di mana M Ridwan telah mempersiapkan boarding pass mereka.

Sekira pukul 09.23 WIB, Eddy Sindoro dan Jimmy dapat langsung terbang ke Bangkok tanpa diketahui pihak imigrasi sebagaimana yang diinginkan terdakwa. Sementara Michael membatalkan penerbangannya.

Setelah Eddy berhasil meninggalkan Indonesia, Bowo memberikan sejumlah uang dari Lucas pada orang-orang yang telah membantu pelarian tersebut.

Diketahui, Duty Executive PT Indonesia Air Asia Yulia Shintawati menerima Rp20 juta, petugas bandara M Ridwan menerima Rp500 ribu dan ponsel Samsung Galaxy A6, Andy Sofyar Rp30 juta dan ponsel Samsung Galaxy A6 serta David Yoosua Rudingan sejumlah Rp500 ribu.

(Baca juga: Hindari KPK, Pengacara Minta Eks Petinggi Lippo Keluar WNI)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id