Dalami OTT DPRD Kalteng, KPK Geledah Tiga Lokasi

Sunnaholomi Halakrispen 29 Oktober 2018 22:20 WIB
kasus suap
Dalami OTT DPRD Kalteng, KPK Geledah Tiga Lokasi
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. MI/ Rommy P
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelusuri kasus pembuangan limbah pengolahan sawit di Kalimantan Tengah. Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan pihaknya telah menggeledah tiga lokasi.

"Sejak pagi ini dilakukan penggeledahan di tiga lokasi di Kalteng yaitu Kantor DPRD Provinsi, Kantor Dinas Kehutanan dan Dinas Perizinan," ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 29 Oktober 2018.

Bersarkan hasil penggeledahan KPK mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satunya dokumen terkait perizinan PT. Binasawit Abadi Pratama (BAP).


"Dokumen terkait perizinan BAP yang kami duga berkegiatan di sekitar Danau Sembuluh yang menjadi salah satu faktor atau salah satu kegiatan  terkait dengan dugaan suap kemarin yang dilakukan tangkap tangan," tutur Febri.

Febri melanjutkan hari ini satu tersangka mendatangi KPK untuk menyerahkan diri. Orang tersebut ialah Teguh Dudy Syamsury Zaldy selaku Manajer Legal PT Binasawit Abadi Pratama (BAP).

"Saya kira penyerahan diri itu tentu sesuai dengan imbauan KPK minggu lalu agar menyerahkan diri ke KPK dan tadi dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Nanti proses penahanannya bagaimana akan kami sampaikan sebagai informasi tambahan nantinya," pungkas dia.

Sebelumnya Teguh ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap walaupun ia tidak sedang berada di Jakarta. Penetapan tersangka dilakukan lantaran alat bukti yang dikumpulkan dinilai cukup.

Terkait OTT Kalteng, KPK menetapkan Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding LH Bangkan. Serta anggota Komisi B DPRD Kalteng Arisavanah dan Edy Rosada sebagai tersangka. Keempatnya diduga sebagai pihak penerima suap.

Sedangkan pihak yang diduga memberi suap di antaranya Dirut PT BAP atau Wadirut PT SMART (Sinar Mas Agro Rersources and Technology) Edy Saputra Suradja. CEO PT BAP Wilayah Kalteng bagian utara Willy Agung Adipradhana, dan Manajer Legal PT BAP Teguh Dudy Syamsury Zaldy.

Uang suap yang diterima senilai Rp240 juta. Uang tersebut diberikan agar DPRD Kalteng tidak menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran lingkungan.



(SCI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id