Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. ANT/Indrianto Eko.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. ANT/Indrianto Eko.

Polisi Mengantisipasi Aksi 1 Desember di Papua

Nasional Kerusuhan Manokwari
Cindy • 13 September 2019 11:38
Jakarta: Personel gabungan TNI-Polri dipastikan tetap ditempatkan di Papua hingga Desember 2019. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi perayaan aksi 1 Desember, hari yang disebut-sebut sebagai hari kemerdekaan Papua Barat atas Belanda.
 
"Ada inisiatif mereka pada 1 Desember. Itu kami mitigasi secara maksimal," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 23 September 2019.
 
Korps Bhayangkara bakal terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Papua dan Papua Barat. Paling tidak, kata dia, hingga Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada akhir September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi harus dimitigasi secara maksimal, betul-betul situasi Papua harus kondusif. TNI dan Polri di sana untuk menciptakan situasi kondusif," ucap Dedi.
 
Jenderal bintang satu ini memastikan pihaknya tetap mengantisipasi sejumlah hal meski demonstrasi massa cenderung menurun. Terpenting, menjaga warga dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
 
"Isu kelompok bersenjata akan turun dan menyerang masyarakat, mengintimidasi. Itu akan diantisipasi secara maksimal," kata dia.
 
Parlemen Papua Barat di bawah naungan administrasi Belanda, mengibarkan Bendera Bintang Kejora pertama kalinya pada 1 Desember 1961. Pengibaran itu menjadi simbol pengakuan berdirinya Papua Barat.
 
Bendera Bintang Kejora terus dikibarkan sejak saat itu di seluruh wilayah Papua Barat. Hingga Belanda menyerahkan otoritas administrasi Papua Barat kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) pada 1 Oktober 1962.
 
Pada 1 Mei 1963, UNTEA menyerahkan otoritas administrasi Papua Barat ke pemerintah Indonesia. Kala itu terdapat Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) terkait kemerdekaan Papua.
 
Hasil jajak pendapat memutuskan rakyat Papua akan bergabung dengan Indonesia. Sejak saat itu, Papua dikendalikan oleh pemerintah Indonesia. Setiap bentuk pengibaran bendera Bintang Kejora kini dinilai sebagai upaya makar.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif