Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Dua Satpol PP Pembobol Bank DKI Masih Terima Gaji

Nasional kasus pembobolan dana
Cindy • 27 November 2019 09:31
Jakarta: Dua dari 12 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dinonaktifkan pasca-pembobolan ATM Bank DKI masih menerima honor dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Keduanya tak sampai dipecat.
 
"Kalau pemberhentian sementara bagi kedua PNS (pegawai negeri sipil) itu hanya diberikan gaji pokok. Tidak ada remunerasi (gaji tambahan)," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2019.
 
Menurut dia, kedua anggota Satpol PP itu berstatus pegawai biasa. Mereka bertugas di Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Pemprov DKI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Arifin enggan mengungkap identitas kedua orang tersebut. Dia tak ingin menyalahi aturan dari kepolisian.
 
"Di sana kan lagi berproses, dilakukan teman penyidik di polisi, kita hormati prosesnya. Apa pun keputusannya kita hormati," sambung dia.
 
Sementara itu, 10 anggota Satpol PP lainnya berstatus pegawai tidak tetap (PTT). Mereka sudah dipecat.
 
Sebanyak 41 orang ditetapkan tersangka kasus Satpol PP membobol ATM Bank DKI. Polisi masih mengusut unsur kesengajaan pada kasus itu.
 
Pembobolan ATM Bank DKI diduga dilakukan sejak April 2019 sampai Oktober 2019. Bank DKI diduga mengalami kerugian mencapai Rp50 miliar.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif