Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. MI/Susanto
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. MI/Susanto

Berantas Mafia Pupuk, Jaksa Agung Instruksikan Gelar Operasi Intelijen

Nasional pupuk Kejaksaan jaksa agung Kejaksaan Agung pupuk indonesia
Antara • 08 Januari 2022 09:38
Jakarta: Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menginstruksikan satuan kerja kejaksaan untuk melaksanakan operasi intelijen. Operasi ini digelar dalam rangka memberantas mafia pupuk.
 
"Ungkap adanya mafia pupuk, rakyat butuh keberadaan pupuk," kata Burhanuddin dikutip dalam siaran pers Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung yang diterima di Jakarta, Sabtu, 8 Januari 2022.
 
Arahan tersebut disampaikan Burhanuddin saat kunjungan kerja di Lingkungan Kejaksaan Tinggi Jambi, Jumat, 7 Januari 2022. Dalam arahannya, Burhanuddin menyampaikan Jambi memiliki peranan penting dalam penyediaan stok pangan di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data situs Kementerian Informasi dan Informatika Republik Indonesia, Jambi mendapatkan penghargaan di bidang pertanian pada 2021. Jambi menduduki peringkat kelima dalam kategori Peningkatan Produksi Beras Tertinggi 2020-2021.
 
Jambi juga tercatat menjadi provinsi dengan nilai ekspor komoditas pertanian tertinggi periode Januari 2020 sampai dengan Juni 2021. Pada kategori ini Jambi menduduki peringkat ketiga.
 
Menurut Burhanuddin, hal ini merupakan prestasi yang membanggakan dan sudah sepatutnya dipertahankan. Bahkan, dia meminta prestasi ini ditingkatkan mengingat potensi Jambi di bidang agraris cukup menjanjikan.
 
"Berdasarkan hal tersebut, maka untuk keberadaan pupuk khususnya pupuk bersubsidi memegang peranan penting dalam menopang prestasi Jambi sebagai lumbung pangan peringkat tiga nasional," kata Burhanuddin.
 
Baca: Jokowi Tampung Keluhan Petani Trenggalek Terkait Pupuk
 
Burhanuddin menekankan ketahanan pangan merupakan isu strategis yang harus diamankan. Dia tidak ingin kejadian di Kabupaten Blora terkait kasus penyelundupan dan penimbunan pupuk bersubsidi terjadi di daerah lainnya.
 
"Hal tersebut sudah pasti sangat meresahkan dan mengganggu para petani dalam meningkatkan hasil pangan sehingga efek domino dari berkurangnya produksi pangan akan mengganggu stabilitas ekonomi," ujar Burhanuddin.
 
Burhanuddin memerintahkan kepada setiap kepala satuan kerja baik di Kejaksaan Tinggi Jambi, beserta para Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri di seluruh wilayah Indonesia segera menelusuri dan mengidentifikasi melalui operasi intelijen. Operasi ini penting untuk mengetahui praktik-praktik curang di wilayah hukum masing-masing.
 
"Cermati betul setiap proses distribusi pupuk bersubsidi tersebut apakah tepat sasaran dan segera tindak apabila ada pihak-pihak yang mencoba bermain terkait pupuk," tegas Burhanuddin.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif