Polisi Tangkap Pembawa Bendera HTI di Garut

Dian Ihsan Siregar 25 Oktober 2018 23:04 WIB
Pembakaran Bendera HTI
Polisi Tangkap Pembawa Bendera HTI di Garut
Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) berbincang bersama Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto seusai pelantikan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/9). MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Polisi telah menangkap pembawa bendera organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut, Jawa Barat. Pelaku berinisial US, 34, ditangkap di Bandung.

"Pelaku itu ditangkap di tempat kerjanya di Jalan Laswi, Bandung. Dia ditangkap siang tadi pada pukul 13.00 WIB," ucap Kabareskrim Mabes Polri Komjen Arief Sulistyanto saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Oktober 2018.

US merupakan warga Kampung Panyosongan, Cibatu, Garut, Jawa Barat. Pria yang lahir pada 24 April 1984 itu bekerja di sebuah toko bangunan di Bandung.


Polisi saat ini masih menyelidiki motif US mengibarkan bendera HTI saat perayaan Hari Santri Nasional di Garut. Saat ini, US sedang sedang diperiksa sebagai saksi.

"Sedang diinterogasi di Polda Jawa Barat," kata Arief.

Insiden pembakaran bendera organisasi terlarang HTI terjadi saat perayaan Hari Santri Nasional di Lapangan Limbangan, Garut, Jawa Barat, 22 Oktober 2018. Oknum Banser yang melihat bendera HTI saat perayaan mengambil dan membakar bendera itu.

Aksi pembakaran itu menuai pro dan kontra. Sebagaian pihak menilai bendera yang dibakar merupakan tulisan kalimat tauhid. Namun, Mabes Polri memastikan bendera itu lambang organisasi terlarang HTI. HTI kerap mengibarkan bendera serupa di setiap aktivitasnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj juga memastikan bendera yang dibakar di Garut itu sebagai bendera HTI. Bendera itu bewarna latar hitam dan tulisan kalimat tauhid berwarna putih.

Bendera hitam dan tulisan kalimat tauhid berwarna putih selalu menjadi ciri khas HTI. Said Aqil menyebut bendera bertuliskan kalimat tauhid lainnya juga dimiliki Arab Saudi. Namun, bendera Arab Saudi berwarna latar hijau dan tulisan putih.



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id