KPK Diminta Konsisten Ungkap Kasus Century
Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas melihat kasus Bank Century saat ini mengalami perkembangan. Hal tersebut ditandai dengan pemanggilan pihak-pihak yang sebelumnya sulit disentuh.

Direktur PUSaKO Universitas Andalas Feri Amsari menjelaskan meski terkesan lambat dalam menangani kasus ini, tapi KPK harus segera menuntaskan. Sebab jika tidak, kasus tersebut akan menjadi pertanyaan besar publik.

"Harapan kita ini bukan gimmick di tahun politik tapi betul-betul KPK membuktikan ke publik ada sebuah tindakan korupsi yang dilakukan secara berjamaah yang melibatkan penguasa negeri ini ,"ujarnya dalam diskusi kofitalk, tentang OTT KPK kerja profesional atau operasi politik, di Satrio Tower, Jakarta Pusat, Jumat, 16 November 2018.


KPK diminta untuk konsisten dalam mengawal kasus ini hingga tuntas. Termasuk pascapesta demokrasi 2019pemanggilan saksi masih berlanjut atau kembali meredup.

"Kita tahu dana itu digunakan untuk kepentingan politik di tahun itu, dan saat ini bukan kisah lama, ada pergolakan politik dan kasus ini dinggkat lagi, begitu politik selesai, kasus ini masuk ke peti es lagi ," ujar dia.

Sebelumnya, pada Kamis lalu, Mantan wakil presiden RI periode 2009-2014 Boediono dipanggil KPK. Lembaga antirasuah itu juga telah  memeriksa Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso Selasa, 13 November 2018. 

Keduanya, juga diminta keterangannya terkait pengembangan kasus Bank Century. Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah sejauh ini pihaknya telah meminta keterangan 21 orang. 

"Permintaan keterangan dua orang ini adalah bagian dari 21 orang yang sudah kami mintakan keterangan sebelumnya dari berbagai unsur apakah dari unsur Bank Indonesia, dari unsur kementerian atau pun pihak swasta," pungkas dia.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id