Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Ramyadjie Priambodo Segera Disidangkan

Nasional pencurian kasus pembobolan dana
Siti Yona Hukmana • 27 Maret 2019 15:05
Jakarta: Polisi telah melimpahkan berkas perkara tindak pidana skimming atau pembobolan ATM oleh kerabat jauh capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ramyadjie Priambodo (RP). Dengan begitu, ia segera disidangkan.
 
"Kemarin Selasa, 26 Maret 2019 berkas perkara RP sudah dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Maret 2019.
 
Berkas yang dikirimkan itu merupakan berkas tahap pertama. Penyidik saat ini tengah menunggu evaluasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski sudah mengirimkan berkas ke Kejati DKI Jakarta, polisi belum menemukan sosok seorang teman yang memberikan mesin ATM kepada Ramyadjie. "Sampai sekarang belum tahu siapa temannya. Tapi, berkas sudah masuk," tutur Argo.
 
Baca: Kerabat Prabowo Diduga Tak Sendirian Membobol ATM
 
Sebelumnya, polisi menerima laporan tindak pidana skimming pada 11 Februari 2019. Polisi bekerja cepat dan menangkap Ramyadjie pada 26 Februari 2019. "Sudah ditahan sejak 26 Februari 2019 sampai sekarang," imbuh Argo.
 
Argo menyebut saat ini Ramyadjie melakukan aksinya seorang diri. Polisi belum menemukan pelaku lain. "Hanya RP," ujar Argo.
 
Ramyadjie diketahui membelanjakan uang hasil kriminalnya untuk membeli Bitcoin atau uang virtual elektronik.
 
"Semua transaksi yang dilakukan tersangka RP itu dilakukan dalam bentuk Bitcoin," ujar Argo, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Argo tidak membeberkan jumlah Bitcoin yang telah dibeli Ramyadjie. Selama ini, tambah dia, Ramyadjie membayar menggunakan virtual currency Bitcoin.
 
Dalam aksinya Ramyadjie menyamar sebagai perempuan. Tercatat sedikitnya 91 kali aksi serupa telah dilakukan di sejumlah wilayah. Polisi menyita uang Rp300 juta di apartemennya.
 
Ramyadjie dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 362 KUHP dan/atau pasal 30 juncto Pasal 46 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau Pasal 81 UU Nomor 3 tahun 2011 tentang transfer dana dan atau pasal 3, 4, 5 Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU). Ramyadjie terancam hukuman penjara di atas lima tahun.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif