Penasihat hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi
Penasihat hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi

Pasal Penjerat Ratna Sarumpaet Dianggap Janggal

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Fachri Audhia Hafiez • 28 Februari 2019 15:26
Jakarta: Terdakwa penyebar berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet akan membacakan eksepsi atau nota pembelaan pekan depan. Salah satu yang disoroti ialah penerapan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
 
"Tentang eksepsi nanti khususnya kita akan melihat penerapan dari pasal UU No 1 Tahun 1946 lagi," kata penasihat hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 28 Februari 2019.
 
Desmihardi menyebut penerapan pasal tersebut terhadap kliennya janggal. Dia menilai Ratna tidak tepat dikenakan pasal itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini kan UU Pidana, semestinya sanksinya administrasi," ujar Desmihardi.
 
Dalam persidangan, Ratna mengajukan eksepsi lantaran beberapa poin dalam dakwaan dinilai tidak sesuai. Dia akan menjelaskan secara rinci dalam eksepsi.
 
"Saya mengerti walaupun ada beberapa yang tidak sesuai," kata Ratna.
 
(Baca juga: Mengaku Salah Ratna Sarumpaet Tetap Harus Diadili)
 
Ratna Sarumpaet hari ini menjalani sidang dakwaan atas perbuatannya menyebar berita bohong atau hoaks. Ratna dikenakan dua dakwaan.
 
Dalam dakwaan pertama, Ratna dianggap telah melakukan perbuatan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat. Atas perbuatannya, ia dikenakan Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
 
Kemudian dalam dakwaan kedua, Ratna dianggap sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan golongan (SARA).
 
Ratna didakwa Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif