Gibran Rakabuming Raka. Medcom.id/Triawati Prihatsari
Gibran Rakabuming Raka. Medcom.id/Triawati Prihatsari

Kronologi Putra Presiden Jokowi Gibran dan Kaesang Dilaporkan ke KPK

Nasional KPK pencucian uang kaesang pangarep presiden joko widodo Gibran Rakabuming Raka
Rendy Renuki H • 11 Januari 2022 11:40
Jakarta: Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kronologi laporan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).
 
Laporan disampaikan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun. Pria yang juga merupakan aktivis 98 itu meminta KPK turut memanggil Jokowi.
 
Dia menganggap Jokowi bisa menjelaskan keterkaitan Gibran dan Kaesang dalam laporannya. Pasalnya, laporan Ubedilah didasari atas relasi bisnis dua putra Jokowi yang diduga terlibat pembakaran hutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami minta kepada KPK untuk menyelidiki dan meminta kepada KPK agar menjadi terang benderang dan bagaimana kemudian bila perlu Presiden dipanggil untuk menjelaskan posisi ini," kata Ubedilah di Gedung KPK, Jakarta, Senin 10 Januari 2022.
 
Menurutnya, pada 2015 ada perusahaan PT SM yang menjadi tersangka pembakaran hutan. Perusahaan itu dituntut Kementerian Lingkungan Hidup sebesar Rp7,9 triliun.
 
Tetapi dalam prosesnya, Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan tuntutan sebesar Rp 78 miliar. Dugaan KKN menurutnya terlihat jelas melibatkan Gibran, Kaesang, dan anak petinggi PT SM, karena ada suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan ventura.
 
"Itu terjadi pada Februari 2019 setelah anak Presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM. Dua kali diberikan kucuran dana," ujar Ubedilah.
 
"Angkanya kurang lebih Rp 99,3 miliar dalam waktu yang dekat. Dan setelah itu, kemudian anak Presiden membeli saham di sebuah perusahaan yang angkanya juga cukup fantastis, Rp 92 miliar," lanjutnya.
 
Ubedilah juga menegaskan membawa bukti terkait dalam laporannya. Dia mengatakan memenngang bukti data perusahaan serta pemberitaan terkait adanya pemberian penyertaan modal ventura tersebut.
 
"Itu bagi kami tanda tanya besar, apakah seorang anak muda yang baru mendirikan perusahaan dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka yang cukup fantastis kalau dia bukan anak Presiden," tutupnya.
 
Sementara, KPK menegaskan telah menerima laporan Ubedilah. Laporan tersebut kini tengah dipelajari oleh KPK.
 
"Verifikasi untuk menghasilkan rekomendasi, apakah aduan tersebut layak untuk ditindaklanjuti dengan proses telaah atau diarsipkan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 10 Januari 2022.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif