Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

Kejagung Buru Dalang Kasus Korupsi Krakatau Steel

Yakub Pryatama Wijayaatmaja • 05 April 2022 19:52
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) memburu dalang di balik dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Pabrik Blast Furnace Complex (BFC) oleh PT Krakatau Steel pada 2011. Direktur Penyidikan Jaksa Agung muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Supardi, mengatakan pihaknya banyak memeriksa saksi agar kasus tersebut menemukan titik terang.
 
Kejagung memanggil empat mantan Direktur Utama PT Krakatau Engineering sebagai saksi kasus korupsi Krakatau Steel. Mereka, yaitu Imam Purwanto selaku Dirut PT Krakatau Engineering 2011, Bambang Purnomo selaku Dirut PT Krakatau Engineering 2013, Wisnu Kuncoro selaku Dirut PT Krakatau Engineering 2016, dan Lussy Adriaty Dede selaku Dirut PT Krakatau Engineering 2018.
 
“Banyaklah (yang diperiksa). Karena biar cepat selesai. Terkait proses pengadaan proyek Blast Furnace. Kira-kira siapa yang paling bertanggungjawab,” ungkap Supardi dilansir Media Indonesia, Selasa, 5 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kejagung Intai 4 Warga Tiongkok Terkait Rasuah di Krakatau Steel
 
Dugaan rasuah itu terendus setelah ditemukan adanya biaya operasi produksi yang lebih tinggi dari harga baja di pasaran saat uji coba. Hingga Desember 2019, pabrik tersebut juga belum 100 persen dibangun.
 
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana menjelaskan nilai kontrak pembangunan pabrik blast furnace sebesar Rp6,921 triliun.
 
Krakatau Steel mengajukan pinjaman ke sindikasi Bank BRI, Mandiri, BNI, OCBC, ICBC, CIMB, dan LPEI. Adapun pembayaran yang sudah dilaksanakan ke pemenang lelang sebesar Rp5,351 triliun.
 
Penyidikan kasus tersebut telah dimulai sejak Rabu, 16 Maret 2022 melalui Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jampidsus Nomor Print-14/F.2/Fd.2/03/2022.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif