ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

Polri Terjunkan Tim Cek Kebenaran Kasus Ayah Perkosa 3 Anak

Nasional pencabulan pemerkosaan pelecehan seksual pelecehan bocah Bapak Perkosa 3 Anak
Siti Yona Hukmana • 11 Oktober 2021 16:00
Jakarta: Badan Reserse Kriminal Umum (Bareskrim) Polri mengaudit dan asistensi kasus dugaan pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur, Sulawasi Selatan (Sulsel). Hal itu dilakukan tim dari Biro Pengawasan Penyidik (Wassidik) Bareskrim Polri. 
 
"Humas Polda Sulsel sudah memberikan klarifikasi atas viralnya berita tersebut. Kita cek saja apakah langkah-langkah penyelidikan yang dilakukan sesuai dengan klarifikasi yang sudah disampaikan oleh Polda Sulsel," ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Senin, 11 Oktober 2021. 
 
Secara terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan tim dari Bareskrim sudah mulai bekerja di Sulsel hari ini. Argo mengatakan perkembangan asistensi dan audit kasus ayah perkosa tiga anak di Luwu Timur akan segera disampaikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedang bekerja. Hari ini mulai bertugas. Kalau sudah ada perkembangan nanti disampaikan," kata Argo.
 
Sebelumnya, Polres Luwu Timur dan Polda Sulsel menghentikan proses penyelidikan kasus terhadap dugaan kasus bapak yang memperkosa ketiga anaknya. Aparat beralasan tidak menemukan bukti untuk menyeret bapak korban sebagai tersangka.
 
Baca: LBH Makassar Minta Mabes Polri Ambil Alih Kasus Rudapaksa 3 Anak oleh Ayahnya
 
Pasalnya, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam visum ketiga anak. Hasil visum diperkuat asesmen Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Luwu Timur. Petugas P2TP2A menyatakan tidak ada tanda-tanda trauma dari ketiga anak tersebut kepada ayahnya.
 
Bahkan, ketiga anak langsung menghampiri sang ayah dan duduk di pangkuan ayah ketika datang ke kantor P2TP2A Luwu Timur. Hasil pemeriksaan Psikologi Puspaga P2TP2A Luwu Timur juga memperlihatkan ketiga anak berinteraksi dengan baik dan normal di lingkungannya. Hubungan ketiga korban dengan orang tuanya terjalin harmonis.
 
Kemudian, Polres Luwu Timur melakukan gelar perkara pada 5 Desember 2019. Hasilnya, menghentikan penyelidikan perkara tersebut karena tidak memiliki bukti. Polda Sulsel juga melakukan gelar perkara setahun berikutnya atau pada 6 Oktober 2020. Hasilnya sama, yaitu tidak mengantongi alat bukti yang cukup dan menghentikan proses penyelidikan.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif