Anji memakai baju tahanan/istimewa
Anji memakai baju tahanan/istimewa

Anji Direhabilitasi di RSKO Jakarta 3 Bulan

Siti Yona Hukmana • 25 Juni 2021 13:40
Jakarta: Musisi Erdian Aji Prihartano (EAP) alias Anji mendapat rekomendasi rehabilitasi dari tim asesmem terpadu Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta. Mantan vokalis band Drive itu menjalani rawat inap di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta. 
 
"Kita akan bawa ke sana untuk menjalani rehabilitasi medis selama 3 bulan sesuai dengan rekomendasi," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat, 25 Juni 2021. 
 
Ronaldo memastikan pihaknya akan melanjutkan proses hukum Anji dengan mempertimbangkan perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan. Keberlanjutan proses hukum merupakan bagian dari rekomendasi BNNP DKI Jakarta.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Anji Dapat Rekomendasi Jalani Rehabilitasi Narkoba
 
"Jadi, kasus ini bukan dengan rehabilitasi kemudian permasalahannya sudah selesai atau ditutup, tapi proses hukum tetap berjalan," ujar Ronaldo. 
 
Anji mengaku menyesal menggunakan narkotika jenis ganja. Dia berharap proses rehabilitasi berjalan lancar. 
 
"Semoga saya tidak mengalami kendala dalam rehabilitasi," ujar Anji. 
 
Anji ditangkap di studio rekamannya Cibubur, Jakarta Timur, pada Jumat malam, 11 Juni 2021. Anji positif mengonsumsi ganja berdasarkan hasil tes urine. Polisi menyita 30 gram ganja di Cibubur dan rumahnya yang berada di Bandung, Jawa Barat.
 
Dia ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal berlapis. Yakni Pasal 127 ayat 1 dan Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal 127 ayat 1 menyebutkan setiap orang penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
 
Sementara itu, Pasal 111 ayat 1 menyebutkan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum, menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif