medcom.id, Jakarta: Mabes Polri menyakinkan publik tidak perlu risau dengan digunakannya kembali seragam loreng khas milter di kesatuan Brimob. Penggunaan seragam loreng menyangkut urusan teknis operasi penegakan hukum yang kadang mengharuskan pengejaran ke dalam hutan.
"Kalau penyamaran di hutan menggunakan seragam cokelat atau hitam itu sama saja dengan menyerahkan diri," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F. Sompie di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2014).
Seperti yang diberitakan, Kapolri Jenderal Sutarman mengaktifkan kembali penggunaan seragam loreng untuk kesatuan Brimob di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jumat 14 November lalu. Pakaian Dinas Lapangan (PDL) loreng itu terakhir kali digunakan Brimob saat melaksanakan Operasi Seroja di Timor Timur.
Setelah itu ramai diperbincangkan bahwa penggunaan atribut khas Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengembalikan nuansa militer dalam tubuh Polri. Namun, Ronny buru-buru menampik anggapan tersebut dan menyebut penggunaan seragam loreng bukan suatu hal yang bermasalah.
"Jangan kita melihat penggunaan seragam loreng sebagai suatu yang bermasalah. Karena ada pengamat yang berusaha mencari kesalahan dibalik penggunaan seragam itu," tegas Ronny.
medcom.id, Jakarta: Mabes Polri menyakinkan publik tidak perlu risau dengan digunakannya kembali seragam loreng khas milter di kesatuan Brimob. Penggunaan seragam loreng menyangkut urusan teknis operasi penegakan hukum yang kadang mengharuskan pengejaran ke dalam hutan.
"Kalau penyamaran di hutan menggunakan seragam cokelat atau hitam itu sama saja dengan menyerahkan diri," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F. Sompie di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2014).
Seperti yang diberitakan, Kapolri Jenderal Sutarman mengaktifkan kembali penggunaan seragam loreng untuk kesatuan Brimob di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jumat 14 November lalu. Pakaian Dinas Lapangan (PDL) loreng itu terakhir kali digunakan Brimob saat melaksanakan Operasi Seroja di Timor Timur.
Setelah itu ramai diperbincangkan bahwa penggunaan atribut khas Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengembalikan nuansa militer dalam tubuh Polri. Namun, Ronny buru-buru menampik anggapan tersebut dan menyebut penggunaan seragam loreng bukan suatu hal yang bermasalah.
"Jangan kita melihat penggunaan seragam loreng sebagai suatu yang bermasalah. Karena ada pengamat yang berusaha mencari kesalahan dibalik penggunaan seragam itu," tegas Ronny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)