Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. ANT/Adam Bariq.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. ANT/Adam Bariq.

Hasil Pengusutan Kasus Novel Wajib Diumumkan

Nasional novel baswedan tragedi air keras
Juven Martua Sitompul • 11 Desember 2019 05:43
Jakarta: Tim khusus bentukan Polri dinilai wajib mengumumkan hasil pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ke publik. Bahkan, tim khusus harus menyampaikan hasil kerjanya ke publik secara periodik.
 
“Iya memang harus dilaporkan ke publik apapun hasilnya. Ada enggak ada kemajuan itu harus lakukan di publik secara periodik,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2019.
 
Menurut Saut, ada beberapa alasan yang membuat tim khusus wajib melaporkan hasil kerjanya ke publik. Salah satunya, kasus Novel saat ini sudah menjadi sorotan negara luar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kasus itu sangat eyes catching di dunia internasional dan lebih terhadap jaminan keamanan terhadap pelaksana atau tugas-tugas yang bergerak di bidang anti korupsi. Nah itu kan akan meyakinkan,” kata dia.
 
Selain itu, penuntasan kasus Novel diyakini Saut menjadi poin tambahan bagi indeks persepsi korupsi Indonesia. Artinya, negara luar percaya terhadap penegakan hukum di tanah air.
 
“Jadi sekali lagi ada tidak ada di laporkan ke bumi kemajuannya, dan kalau memang itu menjadi lebih jelas, ya saya pikir jangan terlalu lama,” tegas Saut.
 
Novel disiram dengan air keras oleh dua orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017. Penyidik senior KPK itu disiram air keras usai salat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
 
Polri era Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk membedah kasus Novel. Penyerangan disimpulkan terkait pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK.
 
Pengusutan kasus Novel kemudian dilanjutkan Tim Teknis yang bekerja mulai Kamis, 1 Agustus 2019. Namun, hingga kini kerja Tim Teknis belum dibuka kepada publik.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif