Ilustrasi. (medcom.id)
Ilustrasi. (medcom.id)

KPK Kaji Unsur Pidana dalam Keterangan Pejabat Titip Calon Maba Masuk Unila

Candra Yuri Nuralam • 01 Desember 2022 19:21
Jakarta: Sejumlah pejabat seperti anggota DPR fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Utut Adianto dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) disebut menitipkan calon mahasiswa masuk Universitas Lampung (Unila). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendalami unsur pidana dari dugaan itu.
 
"Kita lihat kembali ini pasal apa? Pidana korupsi apa? Kalau di situ suap, kalau memang nanti ada alat buktinya pemberian dan penerimaan ya kita bisa permasalahkan, kita bisa gali lebih dalam," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Desember 2022.
 
Karyoto mengatakan pihaknya tidak mau terpaku menindak beberapa pihak hanya karena keterangan Rektor Unila Karomani dalam persidangan. Tanpa ada bukti, ucapan Karomani hanya nyanyian belaka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena antara pemberi dan penerima itu ada dua pihak, ada yang mengaku menerima tapi memberi tidak, tanpa adanya keterangan saksi yang lain atau petunjuk-petunjuk yang lain itu masih kurang," ucap Karyoto.
 
Penindakan tanpa adanya bukti yang kuat diyakini bisa fatal. Pasalnya, kata Karyoto, menitipkan calon mahasiswa masuk Unila bisa wajar jika tanpa adanya timbal balik dan sudah sesuai prosedur.
 
"Tetapi memang dalam hal-hal tertentu, kalau sampai ini dijadikan komoditas sebagai jual beli, terus kemudian untuk kepentingan keuntungan orang-orang tertentu, inilah yang secara moral jelas tidak bagus," tegas Karyoto.

Baca: Zulhas Disebut Tak Pernah Titip Keponakan Ke Rektor Unila


Karomani mengaku berkomunikasi langsung dengan sejumlah orang tua calon mahasiswa baru (maba) yang meminta bantuannya untuk diterima di perguruan tinggi negeri tertua di Lampung itu.
 
Dalam sidang perkara kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru untuk terdakwa Andi Desfiandi, Rabu, 30 November 2022, Karomani menyebutkan sejumlah tokoh yang menitipkan anak maupun saudara mereka kepadanya untuk diterima sebagai mahasiswa Unila.
 
Nama-nama calon mahasiswa titipan itu adalah NZ dari Anggota DPR Utut Adianto, AQ NP dari Thomas Rizka, KDA dari Tamanuri, SNA dari Polda Joko, NA dari Sulpakar, RAR dari Bupati Lampung Tengah, FA dari Pendekar Banten, ZA dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, ZAP dari terdakwa Andi Desfiandi, R dari Anggota DPR Khadafi), PR dari Keluarga Banten, FS dari Wakil Rektor II Unila Asep Sukohar.
 
Kemudian ada calon mahasiswa berinisial M titipan dari Asep Sukohar, AC titipan Alzier Dianis Thabranie, NA titipan Sulaiman, NT titipan Dr. Z, RBM titipan pemilik saham RS Urip Sumoharjo, AF titipan Mahfud Suroso, M titipan Budi Sutomo, MZ titipan Budi Sutomo, CPM, dan R. (Can)
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif