Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: Dok/Metro TV
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: Dok/Metro TV

Identitas Bjorka Belum Terungkap, Polri : Tidak Mau Terburu-Buru

MetroTV • 21 September 2022 17:44
Jakarta: Hingga kini pengungkapan kasus peretasan yang dilakukan Bjorka terus didalami kepolisian. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pengungkapan pelaku membutuhkan waktu dan pendalaman secara saintifik.
 
“Timsus masih bekerja, karena proses pembuktian ini perlu pendalaman dari sisi saintifik, oleh karena itu tidak terburu-buru,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 21 September 2022.
 
Dedi mengatakan, Polri membuka peluang untuk bekerja sama dengan pihak-pihak dari luar negeri untuk mengungkap sosok dibalik akun Bjorka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim khusus dibentuk dari sejumlah pihak di antaranya Kominfo, Kepolisian, BIN, dan BSSN untuk menangani kasus serupa termasuk apa yang dilakukan oleh Bjorka.
 
Sebelumnya polisi sudah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus peretasan data ini, yakni seorang pemuda asal Madiun berinisial MAH. Awalnya pemuda tersebut bergabung dengan channel privat milik Bjorka dan mendapatkan beberapa informasi.
 
Baca juga: Waduh, Polri Belum Bisa Pastikan Kewarganegaraan Bjorka
 
Pemuda  tersebut merasa terpukau dengan apa yang disampaikan oleh Bjorka yang akhirnya membuat akun Bjorkanism pada 7 September 2022. Pada  8-10 September tersangka menyebarkan apa yang disampaikan di akun privat tersebut kepada pihak luar melalui channel Telegram Bjorkanism.
 
Pria asal Madiun tersebut bukanlah sosok dibalik akun Bjorka melainkan hanya mengenal Bjorka usai membuat channel Bjorkanism di Telegram. Bjorka justru tertarik dengan MAH hingga akhirnya menghubunginya untuk membeli channel tersebut seharga USD 100 yang dibayarkan menggunakan bitcoin. 
 
Meski MAH telah ditetapkan sebagai tersangka, dirinya tidak ditahan, hanya wajib lapor seminggu dua kali, yaitu senin dan kamis di Polres Madiun.
 
Tak sampai disitu masyarakat juga mulai bergerak, salah satunya dari lembaga bantuan hukum Digital Informasi dan Teknologi (Digitec) yang mulai menyiapkan gugatan terhadap sosok peretas untuk mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya, dan saat ini gugatan secara online masih dipersiapkan untuk nantinya akan diserahkan ke  Pengadilan Negeri, Jakarta Pusat. (Imanuel Rymaldi Matatula)
 
(MBM)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif