Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Buron Pengaturan Skor Persikasi vs Perses Ditangkap

Nasional Pengaturan Skor Sepak Bola
Siti Yona Hukmana • 27 Februari 2020 08:38
Jakarta: Dua tersangka kasus pengaturan skor pertandingan liga 3 yang buron ditangkap polisi. Mereka ialah anggota Komite Eksekutif Asprov PSSI Jawa Barat Hikmat Nuristawan (HN) dan Dewan Pengawas yang juga PNS berinisial KH.
 
"HN kita amankan 18 Februari 2020 di salah satu rumah kos daerah Menteng Atas, Jakarta Selatan. Sementara KH pada 19 Februari 2020 di Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Tersangka mafia bola dalam pertandingan Persikasi Bekasi melawan Perses Sumedang dalam liga 3 pada 6 November 2019 lalu menjadi delapan orang dengan ditangkapnya KH dan HN. Enam tersangka lainnya sudah menjalani persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keenam tersangka itu terdiri dari wasit utama berinisial DSP, Manajemen Persikasi berinisial B dan HR, Manajer Persikasi berinisial SH, Komite Penugasan Wasit Utama Asprov Jawa Barat berinisial DS, dan perantara berinisial MR.
 
Baca: Enam Tersangka Pengaturan Skor Persikasi vs Perses Ditangkap
 
Yusri membeberkan peran dari kedua tersangka itu. HN, kata dia, diduga menerima uang dari tersangka Bayu (B).
 
"Tujuannya untuk memenangkan Persikasi Bekasi agar lolos dari liga 3 ke liga 2 dan memang kenyataannya saat itu menang ke liga 2," ungkap Yusri.
 
Buron Pengaturan Skor Persikasi vs Perses Ditangkap
Enam tersangka pengaturan skor bola yang ditangkap lebih dulu. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
 
Sementara tersangka KH, lanjut Yusri, berperan mencari wasit yang akan ditunjuk memimpin pertandingan. KH pula yang memberikan uang kepada B untuk diserahkan kepada HN.
 
"Total dana yang diberikan ada Rp25 juta dengan pembagian-pembagiannya. Ada yang Rp8 juta kepada wasit utama, kemudian sisanya dibagi-bagi. Hasil pendalaman, dia sudah menerima Rp60 juta," beber Yusri.
 
Kedua tersangka ditahan di Polda Metro Jaya. Mereka dijerat Pasal 2 atau 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 1980 Tentang Tindak Pidana Suap, juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.
 
Polisi sudah melengkapi berkas kedua tersangka. Mereka dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk segera dibawa ke meja hijau.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif