NEWSTICKER
Asisten mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Foto: ANTARA/Risky Andrianto
Asisten mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Foto: ANTARA/Risky Andrianto

Tagihan Kartu Kredit Asisten Imam Nahrawi Rp244 Juta

Nasional Kasus Suap Imam Nahrawi
Sri Yanti Nainggolan • 21 Februari 2020 18:38
Jakarta: Gaji asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi Miftahul Ulum yang berstatus honerer diperkirakan sekitar Rp3 juta per bulan. Namun, tagihan kartu kredit atas nama Ulum mencapai Rp244 juta.
 
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi temuan keuangan janggal ini ke Yuyun Sulistyawati, istri Ulum, yang bersaksi dalam sidang perkara suap dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi mantan Menpora Imam Nahrawi. Yuyun berstatus pegawai honorer untuk asisten pribadi Shobibah Romah, istri Imam.
 
Yuyun mengaku tidak tahu gaji yang diterima Ulum. Gaji dia sebagai asisten pribadi istri Menpora dipatok Rp3 juta per bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tak tahu (gaji Ulum), sama kayaknya," ujar Yuyun saat ditanyai Jaksa KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat, 21 Februari 2020.
 
Baca: Staf Imam Nahrawi Minta 20 Persen Anggaran Satlak Prima
 
Yuyun juga mengaku tak pernah melihat slip gaji suaminya. Ia juga tak tahu terkait penghasilan lain suaminya di luar asisten pribadi Imam.
 
Dia hanya tahu tugas Ulum menyusun agenda harian Imam. Sementara, tugas Yuyun mendampingi Shobibah jika ada kunjungan dan menyiapkan poin-poin bahan bicara jika diperlukan.
 
Tagihan Kartu Kredit Asisten Imam Nahrawi Rp244 Juta
Terdakwa kasus dugaan suap terkait pengurusan proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan gratifikasi, Imam Nahrawi (kedua kiri). Foto: Antara/Puspa Perwitasari
 
Jaksa KPK menemukan adanya tagihan Rp244.285.682 dalam kartu kredit Bank Mandiri milik Ulum. Transaksi tersebut terjadi pada Februari 2016. Di antaranya, membayar nota Pelangi Island, salah satu resort di Kepulauan Seribu, dan tagihan kapal tur Sea Leader Marine.
 
Imam Nahrawi didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp11,5 miliar. Suap diterima dari mantan Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy. Miftahul Ulum didakwa terlibat suap bersama Imam dan menjadi pengumpul uang.
 
Pemberian uang itu sebagai komitmen fee pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora pada anggaran 2018. Salah satunya, untuk kegiatan pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi pada Multi Event Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.
 
Baca:Taufik Hidayat Disebut Dalam Sidang Kasus Suap Kemenpora
 
Penetapan tersangka Imam hasil pengembangan dari perkara lima tersangka. Mereka ialah Ending Fuad Hamidy, Jhonny E Awuy, Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Pumamo, dan Staf Kemenpora Eko Tryanto. Kelimanya divonis bersalah di pengadilan tingkat pertama.
 
Imam didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif