medcom.id, Jakarta: Sutan Bhatoegana menulis sebuah buku berjudul 'Ngeri-Ngeri Sedap Menggoyang Senayan'. Buku itu belum sempat beredar lantaran Sutan jadi tersangka kasus korupsi.
"Belum diedarkan tiba-tiba jadi tersangka," kata Sutan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2015).
Pernyataan itu muncul di sela-sela Sutan membacakan eksepsi. Sutan mengaku mendapat pujian dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam testimoninya, SBY menyebut Sutan adalah sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan.
"Pak Sutan telah banyak berjasa dalam membesarkan Partai Demokrat. Pak Sutan berjuang membesarkan partai tanpa pamrih. Ia selalu memperjuangkan apa yang diyakininya berada dalam jalan yang benar," bunyi testimoni SBY dalam buku Sutan.
Dalam buku yang terbit November 2013 itu, SBY memberikan kata sambutan sebagai Presiden lengkap dengan simbol-simbol Kepresidenan. SBY menandatangani kata sambutan itu pada 11 September 2013.
Mantan Ketua Komisi VII DPR itu menuangkan pengalaman hidup, perjalanan karir, dan pandangan politiknya. Dia juga menceritakan asal usul nama Sutan Bhatoegana.
"Nama saya di ijazah SD Sutan Manyukkar Siregar. Di Sekolah Teknik Negeri bernama Sutan saja. Nah, di STM saya tambahin menjadi Sutan Bhatoegana," urai Sutan di bukunya.
medcom.id, Jakarta: Sutan Bhatoegana menulis sebuah buku berjudul 'Ngeri-Ngeri Sedap Menggoyang Senayan'. Buku itu belum sempat beredar lantaran Sutan jadi tersangka kasus korupsi.
"Belum diedarkan tiba-tiba jadi tersangka," kata Sutan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2015).
Pernyataan itu muncul di sela-sela Sutan membacakan eksepsi. Sutan mengaku mendapat pujian dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam testimoninya, SBY menyebut Sutan adalah sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan.
"Pak Sutan telah banyak berjasa dalam membesarkan Partai Demokrat. Pak Sutan berjuang membesarkan partai tanpa pamrih. Ia selalu memperjuangkan apa yang diyakininya berada dalam jalan yang benar," bunyi testimoni SBY dalam buku Sutan.
Dalam buku yang terbit November 2013 itu, SBY memberikan kata sambutan sebagai Presiden lengkap dengan simbol-simbol Kepresidenan. SBY menandatangani kata sambutan itu pada 11 September 2013.
Mantan Ketua Komisi VII DPR itu menuangkan pengalaman hidup, perjalanan karir, dan pandangan politiknya. Dia juga menceritakan asal usul nama Sutan Bhatoegana.
"Nama saya di ijazah SD Sutan Manyukkar Siregar. Di Sekolah Teknik Negeri bernama Sutan saja. Nah, di STM saya tambahin menjadi Sutan Bhatoegana," urai Sutan di bukunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)