medcom.id, Jakarta: Pihak kepolisian masih melakukan pengejaran sepuluh tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang kabur Selasa 31 Maret dini hari. Polres Jaktim, Polda Metro dan Mabes Polri sudah menurunkan tim untuk mencari para pengedar narkoba itu.
"Kami cari berdasarkan data yang sudah dimiliki BNN. Di mana ditangkap, keluarganya siapa, kemungkinan lari ke mana. Semua data sudah diberikan kepada tim," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Rikwanto, di Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2015).
Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak kepolisian terhadap sistem pengamanan tahanan di BNN, ada beberapa hal yang harus diperbaiki.
"Sistem pengamanan tahanan di BNN perlu ditinjau kembali, ada hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan dalam lingkungan tahanan. Ada yang harus diperbaiki," katanya.
Seperti diketahui, 10 tahanan BNN berhasil melarikan diri dengan membobol tembok ruang tahanan.
Lima diantara mereka merupakan jaringan Aceh dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu sejumlah 77,3 kilogram. Sementara dua lainnya merupakan anggota jaringan pengedar sabu sejumlah 25,2 kilogram di San Diego Hill.
Satu tahanan adalah anak buah Sylvester Obiekwe, bandar narkoba asal Nigeria. Ia mengedarkan 7,6 kilogram. Selanjutnya tahanan berinisial HR yang ditangkap saat melakukan transaksi 5,3 kilogram di Lebak Bulus. Tahanan terakhir adalah Franky Gozali yang merupakan tahanan titipan BNNP DKI Jakarta.
medcom.id, Jakarta: Pihak kepolisian masih melakukan pengejaran sepuluh tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang kabur Selasa 31 Maret dini hari. Polres Jaktim, Polda Metro dan Mabes Polri sudah menurunkan tim untuk mencari para pengedar narkoba itu.
"Kami cari berdasarkan data yang sudah dimiliki BNN. Di mana ditangkap, keluarganya siapa, kemungkinan lari ke mana. Semua data sudah diberikan kepada tim," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Rikwanto, di Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2015).
Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak kepolisian terhadap sistem pengamanan tahanan di BNN, ada beberapa hal yang harus diperbaiki.
"Sistem pengamanan tahanan di BNN perlu ditinjau kembali, ada hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan dalam lingkungan tahanan. Ada yang harus diperbaiki," katanya.
Seperti diketahui, 10 tahanan BNN berhasil melarikan diri dengan membobol tembok ruang tahanan.
Lima diantara mereka merupakan jaringan Aceh dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu sejumlah 77,3 kilogram. Sementara dua lainnya merupakan anggota jaringan pengedar sabu sejumlah 25,2 kilogram di San Diego Hill.
Satu tahanan adalah anak buah Sylvester Obiekwe, bandar narkoba asal Nigeria. Ia mengedarkan 7,6 kilogram. Selanjutnya tahanan berinisial HR yang ditangkap saat melakukan transaksi 5,3 kilogram di Lebak Bulus. Tahanan terakhir adalah Franky Gozali yang merupakan tahanan titipan BNNP DKI Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)