medcom.id, Jakarta: Peradi akan menggelar rapat kerja nasional (rakernas). Peradi mengundang ratusan advokat dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dalam forum ini.
"Kita sosialisasikan kepada mereka, pertama melihat situasi di Jakarta saat ini. Jangan kesannya kayak di pemberitaan (mencekam). Ini penting," kata Ketua Umum DPN Peradi Juniver Girsang di sela persiapan Rakernas di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 11 Mei 2017.
Menurut Juniver akan hadir 300 peserta dari DPC Peradi seluruh Indonesia dan 70 pengurus DPN Peradi dalam Rakernas pada 12 dan 13 Mei. Di antaranya berasal dari Halmahera Barat dan Aceh. "Nanti kita ajak ke car free day," ujar dia.
Juniver berharap para advokat itu berbaur langsung dengan masyarakat Ibu Kota. Dari situ, Juniver ingin mereka melihat dan merasakan langsung bahwa persatuan dan kesatuan masih terjaga dengan baik. "Kemudian nanti akan hadir Menkopolhukam Wiranto sebagai keynote speech," ujar dia.
Kehadiran Wiranto ini sangat penting agar para advokat mendapatkan penjelasan dari sumber utama. Terlebih belakangan ini banyak terjadi peristiwa hukum besar. "Dia koordinator para penegak hukum," ujar dia.
Juniver menambahkan bahwa Jaksa Agung H.M. Prasetyo dan Menkumham Yasonna Laoly direncanakan hadir. Sementara dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian berhalangan dan akan diwakilkan. "Saya berharap mereka menjelaskan situasi dan kondisi hukum saat ini," ujar dia.
Dalam Rakernas ini, Juniver sangat berharap advokat turut aktif berperan dalam memperkuat kebinekaan. Juniver ingin para advokat menjelaskan peristiwa hukum yang terjadi dengan baik.
Menurut Juniver, saat ini banyak yang bukan pakar hukum menjelaskannya kepada publik. Alhasil permasalahan semakin runyam. "Terlalu banyak pendapat, tapi bukan sarjana hukum. Jadi ngawur. Advokat harus menjelaskan itu," ujar dia.
Selain itu, Juniver ingin para advokat tidak mengedepankan fee dalam profesinya. Tapi harus membela siapa pun tanpa memang latar belakang suku, agama, ras dan antargolongan. "Kebinekaan itu paling kita jaga," tegas dia.
Rakernas Peradi ini akan menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah. Rekomendasi terkait peran hukum dalam menjaga kebinekaan di tanah air.
medcom.id, Jakarta: Peradi akan menggelar rapat kerja nasional (rakernas). Peradi mengundang ratusan advokat dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dalam forum ini.
"Kita sosialisasikan kepada mereka, pertama melihat situasi di Jakarta saat ini. Jangan kesannya kayak di pemberitaan (mencekam). Ini penting," kata Ketua Umum DPN Peradi Juniver Girsang di sela persiapan Rakernas di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 11 Mei 2017.
Menurut Juniver akan hadir 300 peserta dari DPC Peradi seluruh Indonesia dan 70 pengurus DPN Peradi dalam Rakernas pada 12 dan 13 Mei. Di antaranya berasal dari Halmahera Barat dan Aceh. "Nanti kita ajak ke
car free day," ujar dia.
Juniver berharap para advokat itu berbaur langsung dengan masyarakat Ibu Kota. Dari situ, Juniver ingin mereka melihat dan merasakan langsung bahwa persatuan dan kesatuan masih terjaga dengan baik. "Kemudian nanti akan hadir Menkopolhukam Wiranto sebagai
keynote speech," ujar dia.
Kehadiran Wiranto ini sangat penting agar para advokat mendapatkan penjelasan dari sumber utama. Terlebih belakangan ini banyak terjadi peristiwa hukum besar. "Dia koordinator para penegak hukum," ujar dia.
Juniver menambahkan bahwa Jaksa Agung H.M. Prasetyo dan Menkumham Yasonna Laoly direncanakan hadir. Sementara dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian berhalangan dan akan diwakilkan. "Saya berharap mereka menjelaskan situasi dan kondisi hukum saat ini," ujar dia.
Dalam Rakernas ini, Juniver sangat berharap advokat turut aktif berperan dalam memperkuat kebinekaan. Juniver ingin para advokat menjelaskan peristiwa hukum yang terjadi dengan baik.
Menurut Juniver, saat ini banyak yang bukan pakar hukum menjelaskannya kepada publik. Alhasil permasalahan semakin runyam. "Terlalu banyak pendapat, tapi bukan sarjana hukum. Jadi ngawur. Advokat harus menjelaskan itu," ujar dia.
Selain itu, Juniver ingin para advokat tidak mengedepankan
fee dalam profesinya. Tapi harus membela siapa pun tanpa memang latar belakang suku, agama, ras dan antargolongan. "Kebinekaan itu paling kita jaga," tegas dia.
Rakernas Peradi ini akan menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah. Rekomendasi terkait peran hukum dalam menjaga kebinekaan di tanah air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)