Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahmud MD. Medcom.id/Kautsar
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahmud MD. Medcom.id/Kautsar

Hasil Penelitian Kandungan Gas Air Mata Kanjuruhan Akan Diserahkan ke Polisi Jika Ada Unsur Pidana

Kautsar Widya Prabowo • 22 Oktober 2022 11:12
Jakarta: Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Mahfud MD telah memperoleh hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait kandungan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan. Hasil tersebut bakal diserahkan ke penyidik Polri jika ditemukan unsur pidana. 
 
"Nanti kalau diperlukan (penyidik) kasus pidananya (akan diserahkan)," ujar Mahfud di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jumat, 21 Oktober 2022. 
 
Mahfud menegaskan hasil laboratorium BRIN  tidak untuk dikonsumsi publik. Terlebih, tugas TGIPF dalam mengusut tragedi Kanjuruhan telah selesai dengan mengeluarkan beberapa kesimpulan dan telah diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karenanya, tidak ada keharusan bagi TGIPF membeberkan secara jelas hasil penelitan BRIN. Namun, secara garis besar, laporan itu menjelaskan tingkat keparahan kandungan gas air mata terhadap manusia.
 

Baca juga: Mahfud MD: 134 Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan karena Gas Air Mata


 
Selain itu, Mahfud mengaku tidak memiliki kompetensi untuk menafsirkan hasil penelitian BRIN."Kimianya menyebabkan sesak, menyebabkan mata perih, dan sebagainya, seberapa besar membahayakannya, itu hasil penelitian BRIN yang tadi sudah diserahkan. Nah yang bisa baca hasil penelitian brin itu kan ahlinya," ujar Mahfud.
 
Adapun, hasil penelitian terkait kandungan gas air mata telah diserahkan langsung oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko ke Mahfud MD sekitar pukul 14.33 WIB, Jumat, 21 Oktober, di Kemenko Polhukam.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif