PBNU Tawarkan Saksi Ahli dari Suriah dan Yaman
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kiri) didampingi Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga. ANT/Sigid Kurniawan.
Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ingin memastikan bendera yang dibakar saat perayaan Hari Santi Nasional di Garut merupakan bendera organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). PBNU bakal memanggil saksi ahli yang berasal dari Yaman dan Suriah buat memastikan itu.

"PBNU menawarkan kepada Polri untuk memanggil saksi ahli yang dari luar, dari Yaman dan Suriah. Saksi itu doktor, pakar tentang agama Islam di sana, nanti akan menyampaikan kepada penyidik tentang simbol-simbol bendera tersebut. Dia paham betul, dia yang akan menerangkan," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Oktober 2018.

Saksi ahli ini tak hanya menelaah dan memastikan bendera tersebut lambang HTI. Tapi, juga menceritakan dampak penggunaan bendera atau simbol itu terhadap keutuhan sebuah negara, seperti Yaman dan Suriah.


"Jadi negara si saksi ini porak poranda oleh bendera itu, memecah belah kelompok islam, karena simbol dan bendera itu," jelas dia.

Dedi belum bisa memastikan kedatangan saksi ahli dari dua negara itu. Polri masih menunggu kepastian PBNU perihal saksi itu.

"Kita menunggu kabar dari beliau (PBNU), nanti akan saya sampaikan ke beliau lagi, kalau sudah ada yang direkomen dari Suriah dan Yaman, maka akan kita informasikan balik," ungkap Dedi.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj memastikan bendera yang dibakar di Garut itu sebagai bendera HTI. Bendera itu bewarna latar hitam dan tulisan kalimat tauhid berwarna putih.

Bendera hitam dan tulisan kalimat tauhid berwarna putih selalu menjadi ciri khas HTI. Said Aqil menyebut bendera bertuliskan kalimat tauhid lainnya juga dimiliki Arab Saudi. Namun, bendera Arab Saudi berwarna latar hijau dan tulisan putih.

"Kita contohkan saja, lagi perang di Yaman, bendera Arab Saudi dirobek-robek dan bakar, tapi tidak ada yang bilang menghina tauhid," tegas Said Aqil Siradj.




(DRI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id