Tujuh Saksi Diperiksa Terkait Pengurusan IMB Meikarta

Juven Martua Sitompul 24 Oktober 2018 20:28 WIB
meikartaOTT Pejabat Bekasi
Tujuh Saksi Diperiksa Terkait Pengurusan IMB Meikarta
Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andrianti (kiri) bersama Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha. Foto:MI/Muhamad Irfan.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap proyek pembangunan Meikarta, milik Lippo Group di Bekasi. Salah satu yang ditelisik yakni proses perizinan termasuk pengurusan penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Yang dikonfirmasi pengetahuan para saksi tentang proses perizinan dan bagaimana tata cara pengurusan untuk izin IMB," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Untuk mendalami proses perizinan lebih detail, hari ini penyidik pun mengagendakan pemeriksaan terhadap 11 saksi. Namun, empat saksi mangkir dari panggilan dengan berbagai alasan.


Keempat saksi yang tidak hadir itu antara lain Kepala Departemen Land Acquisition Perijinan Edi Dwi Soesianto, satu pihak swasta Satriyadi, Kepala Bidang Dinas PUPR Andi, dan HM Guntoro.

"Hanya ada tujuh saksi yang diperiksa untuk tersangka BS (Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro)," pungkas Yayuk.

KPK sebelumnya menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS) sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

Penyidik juga menetapkan tujuh tersangka lain. Mereka di antaranya dua konsultan Lippo Group yaitu Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga telah menerima hadiah dari Lippo Group terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Proyek yang akan digarap itu seluas 774 hektar dan dibagi dalam tiga tahapan.

Sejauh ini pemberian yang terealisasi untuk Neneng Hasanah dan anak buahnya sebanyak Rp7 miliar. Uang itu diberikan Lippo Group kepada Neneng Hasanah melalui para kepala dinas.

 



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id