Taufik Kurniawan Kembali Tak Memenuhi Panggilan KPK

Sunnaholomi Halakrispen 02 November 2018 05:00 WIB
suap bupati kebumen
Taufik Kurniawan Kembali Tak Memenuhi Panggilan KPK
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan. Foto: Medcom.id/Gervin N.
Jakarta: Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini kedua kalinya politikus PAN itu tak hadir.

"Tadi pihak penasihat hukum juga datang ke KPK menyampaikan surat meminta penjadwalan ulang karena tersangka sedang ada tugas lain," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 1 November 2018.

Taufik merupakan tersangka kasus dugaan suap pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen dari APBNP 2016. Dia seharusnya diperiksa pertama kali pada 25 Oktober 2015. Namun, dia tak hadir.


Baca: KPK Belum Putuskan Penahanan Taufik

Kemudian, KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Taufik. Tapi, Taufik kembali tak hadir dengan alasan yang sama.

Pimpinan KPK dan penyidik akan membicarakan langkah yang perlu diambil menyikapi ketidakhadiran Taufik ini. Sebab, hal ini jangan sampai menggangu penyidikan kasus lain, khususnya kasus suap dalam pengalokasian DAK untuk Kabupaten Kebumen dari APBNP 2016. 

"Nanti kita lihat penjadwalan ulang bisa dilakukan kapan atau tindakan apa yang bisa dilakukan," pungkasnya.

Baca: PAN Sebut Taufik Kurniawan Ada di Dapil

KPK menetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka, Selasa, 30 Oktober 2018. Taufik diduga menerima duit dari eks Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad.

Uang diserahkan karena Taufik membantu menambah DAK Kabupaten Kebumen untuk fisik Rp100 miliar di APBN. Penetapan tersangka pada Taufik merupakan pengembangan perkara dari kasus Yahya Fuad.

Atas perbuatannya, Taufik dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id