Pengambilan sumpah pada pelantikan dua hakim agung. Foto: MI/Mohamad Irfan.
Pengambilan sumpah pada pelantikan dua hakim agung. Foto: MI/Mohamad Irfan.

KY Hasilkan 2 Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc untuk MA

Nasional hakim agung komisi yudisial
Dian Ihsan Siregar • 31 Desember 2018 19:16
Jakarta: Komisi Yudisial (KY) sepanjang 2018 telah menghasilkan dua hakim‎ Ad Hoc di lingkungan Mahkamah Agung (MA)‎. Keduanya, Sugeng Santoso dan Junaedi‎, resmi menjadi hakim setelah disetujui DPR RI.

"Sugeng Santoso ‎dari unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Junaedi dari unsur Serikat Pekerja atau buruh. Pelaksanaan seleksi hakim Ad Hoc merupakan rangkaian selesai yang dimulai Agustus 2017 untuk mengisi kekosongan delapan orang hakim," kata ‎Ketua KY Jaja Ahmad Jayus di Gedung KY, Jakarta, Senin, 31 Desember 2018.

Pada seleksi administrasi sebelumnya, KY meloloskan 63 calon dari 75 pendaftar. Di seleksi kualitas, KY meloloskan 27 orang calon hakim Ad Hoc. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Seleksi kesehatan dan kepribadian, KY meloloskan 14 orang calon. Seleksi wawancara, KY meloloskan empat dari 14 orang calon hakim Ad Hoc Hubungan Industrial yang diusulkan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan. Tapi DPR hanya menyetujui dua dari empat orang yang dicalonkan," ungkap dia. ‎Selain itu, tahun ini KY juga menghasilkan dua hakim agung. Keduanya, Abdul Manaf dan Pri Pambudi Teguh, disetujui parlemen. Abdul berasal dari Kamar Agama, sedangkan Pambudi dari Kamar Perdata. 

"Dengan demikian, KY telah menghasilkan 58 orang hakim agung sejak seleksi pertama kali digelar di tahun 2006 yang lalu," jelas dia.

Seleksi calon hakim agung, lanjut Jaja, merupakan pelaksanaan yang dilakukan pada periode II 2017 untuk mengisi delapan calon hakim agung. Terdiri dari tiga Hakim Agung Kamar Perdata, satu Hakim Agung Kamar Agama, satu Hakim Agung Kamar Pidana, ‎dua Hakim Agung Kamar Militer, dan satu Hakim Agung Kamar Tata Usaha Negara yang memiliki keahlian hukum perpajakan.

Setidaknya, dia menambahkan, ada empat tahap seleksi dalam memperoleh hakim agung, yakni‎ seleksi administrsi, seleksi kualitas, seleksi kesehatan dan kepribadian, serta wawancara. KY menetapkan 74 calon hakim agung yang dinyatakan lolos dalam seleksi administrasi dari 84 orang pendaftar.

"Seleksi kualitas, kami loloskan 23 dari 69 calon hakim agung yang mengikuti seleksi. Sementara di seleksi kesehatan dan kepribadian, KY meloloskan delapan dari 23 orang calon hakim agung. Seleksi wawancara, KY meloloskan dua dari delapan orang calon hakim agung yang diusulkan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan," tutup dia.‎


(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi