Sekda Jabar Dipanggil KPK
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati/ANT/Rivan Awal Lingga
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Iwa Karniwa. Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta milik Lippo Group di Bekasi.

"Dia dipanggil sebagai saksi untuk tersangka DT (Kadis DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati)," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 29 November 2018.

Penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan lima saksi lain. Mereka ialah Analis Dokumen Perizinan Lira Sri Mawarni; ‎Pensiunan PNS Daryanto; Staf Dinas PMPTSP Heru Gunawan; dan dua pihak swasta, Olivia Sari Dewi serta Hanes Citra Tjhie.


Baca: Sumber Suap Meikarta Teridentifikasi

Kelimanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dewi Tisnawati. Sedangkan satu saksi yang juga masuk dalam agenda pemeriksaan ialah seorang PNS Andu Nusantara akan diperiksa untuk tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.

KPK terus mendalami skandal suap Lippo Group. Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus telah diperiksa dalam kasus ini. Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga dimintai keterangan.

Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dan Neneng.

Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.

Baca: Ketua DPRD Bekasi Diusut KPK

Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id