Ilustrasi gratifikasi/Medcom.id
Ilustrasi gratifikasi/Medcom.id

Pejabat Kembali Diingatkan Menolak Gratifikasi

Candra Yuri Nuralam • 17 Mei 2022 07:28
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan seluruh pejabat tegas menolak gratifikasi. Pihak swasta diminta tidak memberikan gratifikasi ke pejabat.
 
"KPK terus mengajak masyarakat untuk menghindari praktik gratifikasi, baik sebagai pemberi maupun penerima, karena gratifikasi bisa termasuk dalam tindak pidana korupsi," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang pencegahan KPK Ipi Maryati melalui keterangan tertulis, Selasa, 17 Mei 2022.
 
Penolakan gratifikasi merupakan komitmen pemberantasan korupsi. Pejabat diminta melapor jika terlanjur menerima gratifikasi karena kondisi tertentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Atau penyelenggara negara tidak dapat menolak gratifikasi maka wajib melaporkan kepada KPK paling lambat 30 hari kerja sejak gratifikasi diterima," ujar Ipi.
 
KPK menerima 395 laporan penerimaan gratifikasi terkait Lebaran 2022. Seluruh barang yang dilaporkan ditaksir bernilai ratusan juta rupiah.
 
"Mencapai Rp274.117.519," tutur Ipi.
 
Penerimaan gratifikasi itu berbeda-beda. Sebanyak 7 laporan berupa cindera mata atau pelakat senilai Rp4,3 juta.
 
Baca: KPK Terima 395 Laporan Gratifikasi Idulfitri Senilai Rp274 Juta
 
Lalu, sebanyak 268 laporan berupa makanan, minuman, dan karangan bunga senilai Rp153,7 juta. Sembilan laporan berupa uang, voucher, dan logam mulia senilai Rp32,2 juta.
 
"Serta 111 objek dalam bentuk lainnya dengan nilai taksir Rp83.740.620," tutur Ipi.

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif