Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Kombes Yusri: Kalau Enggak Terima, Lapor ke Propam

Nasional unjuk rasa Demonstrasi Mahasiswa
Cindy • 22 Januari 2020 19:14
Jakarta: Polda Metro Jaya dituding menyetrum terdakwa kasus demonstrasi berujung kerusuhan, Dede Lutfi Alfiandi, dalam proses interogasi. Hal itu diungkap Lutfi di depan meja hijau.
 
Saat sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin, 20 Januari 2020, Lutfi bercerita dipaksa mengakui perbuatan melempar batu ke arah aparat keamanan. Lutfi kemudian dianiaya polisi.
 
"Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jamlah," kata Luthfi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, polisi mempersilakan peserta demo di DPR melapor ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Korps Bhayangkara dipastikan profesional dalam memproses laporan ini.
 
"Ada mekanismenya. Kalau memang enggak terima, ada yang namanya dewan pengawas kita, Propam. Laporkan bila perlu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Menurut dia, penyidik kasus demonstrasi sudah bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP). Lutfi diharap melapor dengan disertai bukti.
 
"Silakan saja dia mau menyampaikan seperti itu, silakan saja. Sidang masih berlangsung kita tunggu sampai nanti putusannya," imbuh Yusri.
 
Lutfi didakwa melawan polisi saat aksi demonstrasi Senin, 30 September 2019. Jaksa menyebut Lutfi melakukan kekerasan terhadap aparat yang berjaga di depan gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif