Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjawab pertanyaan jaksa KPK saat menjadi saksi sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjawab pertanyaan jaksa KPK saat menjadi saksi sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Hakim Sebut Menteri Lukman Terbukti Menerima Suap

Nasional jual beli jabatan pns OTT Romahurmuziy
Candra Yuri Nuralam • 07 Agustus 2019 19:17
Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menyebut Menteri Lukman Hakim Saifuddin terbukti menerima uang dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin, sebesar Rp70 juta. Uang itu diberikan bertahap.
 
"Menimbang dengan pertimbangan hukum di atas, perbuatan terdakwa Haris Hasanudin memberi sejumlah uang kepada saksi Romi (Romahurmuziy) dan Lukman melalui Herry ajudannya dari kurun waktu 6 Januari-9 Maret 2019, yang mana perbuatan terdakwa masing-masing berdiri sendiri tetapi mempunyai pertalian satu sama lain, dan perbuatan yang satu dan lain tidak terlalu lama, menurut majelis hakim perbuatan terdakwa sebagai perbuatan berlanjut dan dilanjutkan," ujar Hakim Ketua Hastopo di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.
 
Hakim Hastopo mengatakan berdasarkan fakta hukum yang ada, Haris memberikan uang kepada kepada Romi Rp5 juta pada 6 Januari 2019 dan Rp25 juta pada 6 Februari 2019. Haris juga memberikan uang kepada Lukman Rp50 juta di Hotel Mercure Surabaya pada 1 Maret 2019, dan Rp 20 juta di Tebu Ireng, Jombang, pada 9 Maret 2019, melalui ajudan Lukman, Herry Purwanto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Menag Berkelit Tak Intervensi Pemilihan Pejabat Kemenag
 
Hakim Hastopo menyebut uang itu diberikan karena Lukman mengangkat Haris sebagai Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur. "Menimbang pertimbangan di atas majalis hakim berpendapat pemberian uang oleh Haris kepada saksi Romahurmuzzi dan Lukman Hakim Saifuddin yang mana pemberian uang tersebut terkait dengan terpilihnya, dan diangkatnya terdakwa Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim sebagaimana diuraikan di atas, maka menurut majelis hakim unsur memberi sesuatu dalam perkara a qou telah terpenuhi dan ada dalam perbuatan terdakwa," tegas Hakim Hastopo.
 
Haris telah divonis dua tahun penjara dan denda Rp 150 juta dengan subsider tiga bulan penjara. Haris dinilai secara sah melakukan suap kepada Romi dan Lukman.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif