Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana (tengah) berjalan didampingi kuasa hukumnya. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana (tengah) berjalan didampingi kuasa hukumnya. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Penahanan Ditangguhkan, Eggi Sudjana Akan Patuhi Penyidik

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 25 Juni 2019 06:29
Jakarta: Penahanan tersangka dugaan makar Eggi Sudjana ditangguhkan pada Senin malam, 24 Juni 2019. Penangguhan penahanannya dikabulkan penyidik dan ia diperbolehkan pulang.
 
"Penangguhan penahanan Pak Eggi Sudjana sudah dikabulkan oleh penyidik. Mekanisme ke depan bagaimana? Kita patuh dengan apa yang dikatakan penyidik," kata kuasa hukum Eggi, Hendarsam Marantoko di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 24 Juni 2019.
 
Setelah menandatangani surat penangguhan penahanan, Eggi Sudjana diperbolehkan pulang. Ia pulang ke rumah diantar sejumlah pengacara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski ditangguhkan penahanannya, Eggi tak bebas penuh. Ia wajib lapor ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dua kali seminggu.
 
"Saat ini Bang Eggi sudah bisa pulang ke rumah dan tinggal mengikuti prosedur yang ada berupa wajib lapor yang dilakukan setiap Senin dan Kamis," ujar Hendarsam.
 
Eggi Sudjana mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Dirkrimum Kombes Roycke Harry Langie. Selain ke polisi, Eggi juga menyampaikan terima kasih kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.
 
"Bapak Prabowo telah menginstruksikan Pak Sufmi Dasco, Hendarsam, dan juga para lawyer ini. Ada Alamsyah Hanafiah, Alkatiri, Pitra Nasution, Damai Lubis, Ibu Elly, dan beberapa lawyer lainnya untuk membantu saya keluar dari penjara," ungkap Eggi.
 
Baca juga: Penahanan Ditangguhkan, Eggi Sudjana Wajib Lapor
 
Tim Advokasi BPN itu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya, video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.
 
Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.
 
Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus PAN itu dinilai penting ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.
 
Kemudian, pada Selasa, 14 Mei 2019 pukul 23.00 WIB penyidik menahan Eggi. Ia dimasukkan ke dalam ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Ia ditahan untuk 20 hari ke depan. Masa tahanan Eggi pun telah diperpanjang pada Senin, 3 Juni lalu untuk 40 hari ke depan.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. Ancamannya penjara seumur hidup.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif