Nia Daniaty dan putrinya, Olivia/Instagram
Nia Daniaty dan putrinya, Olivia/Instagram

Kurang Sehat, Anak Nia Daniaty Minta Diperiksa Polisi Pekan Depan

Nasional penipuan polri nia daniaty Penegakan Hukum CPNS Penipuan CPNS
Siti Yona Hukmana • 14 Oktober 2021 10:17
Jakarta: Anak penyanyi lawas Nia Daniaty, Olivia Nathania, tidak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan polisi terkait kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) hari ini, 14 Oktober 2021. Olivia minta dijadwalkan ulang pemeriksaan kedua itu pada Senin, 18 Oktober 2021. 
 
"Enggak hadir karena kondisi kesehatan, minta dijadwalkan lagi hari Senin," kata pengacara Olivia, Susanti Agustina, kepada Medcom.id, Kamis, 14 Oktober 2021. 
 
Susanti tidak menjelaskan detail kondisi kesehatan Olivia. Dia memastikan kliennya sakit. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kurang sehat," ujar dia.
 
Olivia mestinya menjalani pemeriksaan tambahan sebagai terlapor kasus penipuan CPNS hari ini sekitar pukul 10.00 WIB. Penyidik membutuhkan keterangan Olivia untuk melengkapi berkas sebelum menggelar perkara pada Jumat, 15 Oktober 2021. 
 
Baca: Kasus Penipuan CPNS, Anak Nia Daniaty Diperiksa Lagi Besok
 
"Mudah-mudahan Kamis datang, sehingga Jumat bisa lakukan gelar perkara untuk tentukan apakah kasus ini bisa naik ke penyidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu, 13 Oktober 2021.
 
Olivia dan suaminya Rafly N Tilaar atau Raf menjalani pemeriksaan sebagai terlapor kasus penipuan CPNS pada Senin, 11 Oktober 2021. Olivia dicecar 41 pertanyaan selama sembilan jam terkait dugaan penipuan CPNS. 
 
Olivia emoh membeberkan materi pertanyaan. Dia menegaskan suaminya, Rafly tidak terlibat kasus tersebut. Dia juga membantah melakukan penipuan CPNS. 
 
Polisi telah memeriksa sejumlah korban beberapa waktu lalu. Para korban membeberkan kedok Olivia hingga menyerahkan bukti berupa surat keputusan (SK) pengangkatan PNS, nota dinas, dan nomor induk pegawai (NIP) palsu. 
 
Penipuan CPNS ini diduga dilakukan Oliv sapaan akrab Olivia bersama suaminya Raf sejak 2019. Raf merupakan taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) yang saat ini bertugas di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS).
 
Oliv dan Raf menawarkan korban sebagai PNS dengan harga Rp25 juta sampai Rp156 juta. Total kerugian 225 korban mencapai Rp9,7 miliar. 
 
Laporan terhadap anak pelantun Gelas Kaca itu terdaftar dengan nomor : LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA, Tanggal 23 September 2021. Olivia dan suami dipersangkakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif