NEWSTICKER
Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kisah Artidjo Alkostar Ditawari Suap

Nasional Kasus Suap kasus korupsi
Candra Yuri Nuralam • 25 Februari 2020 14:56
Jakarta: Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar ternyata pernah coba disuap seorang pengusaha asal Surabaya. Dia pun membongkar pengalaman percobaan suap kala memimpin Mahkamah Agung (MA).
 
Dia tidak memerinci pengusaha asal Surabaya atau kasus yang dimaksud. Namun, pengusaha tersebut diungkap Artidjo menyogok hakim agar bermain dalam sebuah kasus.
 
"'Pak Artidjo yang lain sudah," kata Artidjo menirukan sang pengusaha saat jadi pembicara di Gedung C1 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia pun bertanya uang ini untuk apa? Artidjo juga langsung naik pitam.
 
"Detik ini anda keluar, kalau tidak kursi Anda saya terjang atau saya suruh tangkap. Keluar dia," kata Artidjo.
 
Baca juga: Moral MA Terkikis Setelah Artidjo Pensiun
 
Usai diusir, pengusaha itu tidak menyerah. Beberapa hari setelah diusir, orang itu kembali datang dengan membawa salinan cek yang tinggal diisi nomor rekening Artidjo.
 
Kembali digoda untuk mengambil uang haram, Artidjo semakin naik pitam. Dia pun blak-blakan mengancam si pengusaha.
 
"Saya bilang dengan pedas, saya terhina dengan saudara itu. Jangan dilanjutkan lagi, kalau dilanjutkan urusannya menjadi lain," tutur Artidjo mengisahkan ancamannya.
 

Kisah Artidjo Alkostar Ditawari Suap
Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Artidjo Alkostar mengisahkan cerita percobaan suap ke dirinya. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
 
Pengusaha itu akhirnya tidak pernah kembali. Anggota Dewan KPK itu pun mengatakan penolakan perlu dilakukan untuk menghilangkan tindakan korupsi dalam penanganan kasus.

Pengacara coba ikut menyuap

Artidjo tak sekali coba disuap. Dia juga pernah ditawari memainkan kasus besar. Saat itu, seorang pengacara yang mengaku mengenalnya sejak di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta datang.
 
"Pak Artidjo, sering mau disogok berapa jumlahnya? Satu perkara yang tidak bisa saya sebutkan," ucap Artidjo mengulang pertanyaan si pengacara.
 
Pengacara itu bahkan sampai melobi beberapa pegawai MA untuk dipertemukan dengan Artidjo. Namun, si pengacara tak digubris karena pegawai MA menyegani Artidjo.
 
"(Pengacara melobi), bilang lah ke Pak Artidjo. Loh tidak ada yg berani. Takut semua sama Pak Artidjo," lanjutnya.
 
Baca: Dewan Pengawas KPK Akan Diisi Orang Tepercaya
 
Pengacara itu kemudian datang ke keponakan Artidjo. Si pengacara menawarkan cek kosong yang tinggal diisi nominal kepada keponakan Artidjo.
 
Lagi-lagi Artidjo menolak tawaran itu. Dia pun mengaku tegas menolak bertemu maupun menerima uang dari pengacara tersebut untuk mempermainkan kasus.
 
"Salam takzim saja saya untuknya. Karena itu melanggar kode etik," kata Artidjo kepada si pengacara.
 
Artidjo lagi-lagi enggan merinci identitas pengacara atau kasus yang ditanganinya saat itu. Namun, dia mengatakan klien pengacara itu sudah didakwa oleh hukum.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif