Suasana pemeriksaan saksi dalam sidang kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Medcom.id/Yurike Budiman
Suasana pemeriksaan saksi dalam sidang kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Medcom.id/Yurike Budiman

Empat Tetangga Novel Bakal Bersaksi di Persidangan

Nasional novel baswedan
Fachri Audhia Hafiez • 14 Mei 2020 11:14
Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Utara melanjutkan proses persidangan kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Empat tetangga Novel akan bersaksi dalam persidangan ini.
 
"Eko, Iman Sukirman, Lomri dan Muhammad Rifqi, mereka tetangga Novel dan orang yang lagi kerja di lingkungan sekitar," kata jaksa Fedrik Adhar saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Fedrik belum memerinci kapasitas keempat saksi tersebut. Kuat dugaan keterangan keempatnya dibutuhkan untuk menggali kasus penyiraman yang terjadi pada Selasa, 11 April 2017, itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada persidangan sebelumnya, jaksa menghadirkan dua saksi yakni Martini dan Supandi. Keduanya sempat menolong Novel usai disiram air keras.
 
Martini dikonfirmasi soal pengeroyokan yang terjadi saat peristiwa penyiraman. Dia mengaku tak pernah menyampaikan ihwal pengeroyokan tersebut kepada polisi.
 
Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibacakan majelis hakim, menyebut saksi Martini menjelaskan ada peristiwa pengeroyokan saat pelaku menyiram air keras ke wajah Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
 
"Saya enggak ngomong begitu, enggak ada pengeroyokan," kata Martini saat sidang kasus penyiraman air keras kepada Novel di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Baca: Saksi Novel Bantah BAP Terkait Pengeroyokan
 
Dalam kasus ini, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette didakwa melakukan penganiyaan berat kepada Novel secara bersama-sama dan direncanakan. Perbuatan itu berupa menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) ke badan dan muka Novel.
 
Perbuatan Rahmat dan Ronny membuat Novel mengalami luka berat. Novel mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan, kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri. Luka itu berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.
 
Ronny dan Rahmat didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) atau 353 ayat (2) atau 351 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif