Salah satu pelaku penyebar video pengancam Jokowi - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Salah satu pelaku penyebar video pengancam Jokowi - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Penyebar Video Pengancam Jokowi Dibawa ke Polda Metro

Nasional ujaran kebencian kasus makar
Siti Yona Hukmana • 15 Mei 2019 18:39
Jakarta: Polda Metro Jaya menangkap dua perempuan yang diduga merekam dan menyebarkan video pengancaman terhadap Presiden Joko Widodo. Salah satu perempuan itu bernama Ina Yuniarti (IY).
 
Polisi menangkap keduanya di Bekasi, Jawa Barat pada Rabu, 15 Mei 2019 siang. Keduanya lalu dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
 
Pantauan Medcom.id, mereka tiba di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 18.00 WIB. Keduanya menundukan kepala saat keluar dari mobil dan menutup wajah. Tak ada satu pun kalimat yang keluar meski diberondong pertanyaan oleh wartawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Satu perempuan terlihat mengenakan jaket berwarna merah muda, celana jeans, masker, kerudung hitam, dan membawa tas berwarna merah. Satu perempuan lainnya mengenakan kerudung biru dan jaket hitam.
 
Dari penangkapan itu polisi menyita sejumlah barang bukti. "Iya ada beberapa barang bukti yang diamankan, salah satunya kacamata hitam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Penyebar Video Pengancam Jokowi Dibawa ke Polda Metro
Salah satu pelaku penyebar video pengancam Jokowi - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
 
Polisi juga menyita satu unit ponsel merek iPhone 5s, masker hitam, cincin, kerudung warna biru. Kemudian, selembar baju warna putih dan tas warna kuning. Barang bukti itu digunakan saat merekam video yang akhirnya viral.
 
"Yang bersangkutan mengakui bahwa dia adalah yang ada di video tersebut," kata Argo.
 
Sebelumnya seorang laki-laki berteriak mengancam Presiden Joko Widodo viral di media sosial. Laki-laki itu diketahui bernama Hermawan Susanto. Saat ini dia sudah ditahan penyidik.
 
Aksi mengancam Hermawan itu direkam oleh seorang perempuan yang kemudian viral. Akibat perbuatannya, Hermawan dijerat Pasal 104 KUHP tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan Pasal 27 ayat 4 junto Pasal 45 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Diancam pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif